Jumat, 10 Januari 2020

Serba_serbi Musik, Musik bahaya !!! Musik Asik

Musik bahaya !!!


Apakah kalian pernah mendengar seorang penceramah dalam ceramahnya mengatakan bahwa musik itu haram?, Jauhi musik karena musik itu bisa melalaikan. Tidak salah memang, karena dalam islam sendiri ada hadist yang menyatakan demikian. Namun apakah sedemikian keras hukum musik itu? Jawabannya bisa bermacam-macam, iya bermacam-macam, karena ternyata banyak juga ustad maupun kiyai yang masih memperbolehkan musik itu sendiri selama masih dalam kewajaran, dan untuk kedua pendapat tersebut saya kira teman-teman punya lah kebebasan ataupun pandangan sendiri mau ikut pendapat pertama ataupun yang kedua.

Disini saya tak akan membahas musik secara hukum agama, karena saya sadar diri tak punya basic dalam hal itu (takut keblinger). Namun saya akan coba bahas dari sudut pandang orang yang bermain musik, karena saya juga bermain musik, yang berarti saya  sudah memilih pada pendapat bahwa musik itu tak apa (selama masih batas wajar).



[[[  Definisi Musik  ]]]
Musik sendiri adalah suara dari alat-alat yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada, dan keharmonisan. Nada yang dihasilkan bisa memberikan semacam perasaan semangat, emosional, datar, bahkan sedih. Sebagai contoh musik yang memberikan semangat dan emosional bisa kita dengarkan ketika mendengarkan lagu Indonesia Raya, ketika kita bisa meresapi tiap kata dalam lagu tersebut, di tambah dengan alunan musik yang ketika baru mendengar intronya saja, sudah bisa menuntun kita untuk tegak berdiri dan mengepalkan tangan didada tanpa disuruh, melantunkan liriknya dengan semangat, ditambah dengan memaknai dari tiap kata-katanya, saya yakin dalam hati teman-teman pun mucul perasaan emosional (iya kan (maksa)) terutama yang membuat saya paling terenyuh adalah di bait:
“hiduplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku, rakyatku, semuanya”
Itu kalau bukan karena malu sama teman dan emosi yang tak bisa dikontrol pasti nangis saya, bener haha (jangan malu dong, buat negara ko malu, lee hati kecil ts).

begitulah uniknya musik ketika dengan pas di gabung dengan bait kata-kata yang penuh makna, bisa membangkitkan semacam “efek perasaan”. Namun apakah hanya demikian saja kita membicarakan hebatnya musik? Ooh tentu tidak. Karena nanti tidak sesuai dengan judul dong, ye kan. Nah mengenai musik yang bahaya saya akan coba gambarkan berdasar pengalaman saya mendengar dan memainkan musik.

Di atas tadi saya sudah menjelaskan bahwa jika musik digabungkan secara pas dengan kata-kata, akan menghasilkan perasaan yang bisa memberikan "efek". Tentunya dengan catatan dosisnya pas pula. Pernah kan dengar juri komentar pada peserta nyanyi, “saya tidak merasakan fill dari lagu yang kamu nyanyikan” atau pernah kan denger lagu coveranya Raditya Dika, atau lagi pernah denger pasti, penyanyi dangdut nyanyi lagu banyu langit (misal) tapi versi dangdut koplo garis keras (maksudnya lagu bertema sedih, tapi dinyanyikan dengan perasaan semangat, mimic muka yang bahagia ditambah goyangan heboh membelah bumi, yang… yang …. Pokoke wis gak nyambung lah) tentunya kalo kita cermati secara mendetail model yang seperti ini kan tidak sesuai dong (bingung saya kadang). Oke itu cuma intro, kembali ke tema…

Lah bro, sekarang bagaimana kalo musik itu digabungkan secara pas dengan nada dan lirik yang pas pula namun dengan tema kenelangsaan (tema lagu yang berisi kebencian, kesedihan, keputusasaan dsb) kira-kira apa yang bisa di hasilkan?. Hmmm, kalo menurut saya ya yang pasti, ketika kita terbawa lagu “terlalu mendalam”, tentunya kita akan bisa merasakan benci, sedih, putus asa dsb. Pernah kan liat temen seharian denger lagu sedih sambil nangis dikamar, di puter ulang-ulang lagi atau pernah kan ketika kita menyetel lagu atau dengar lagu dengan lirik dan musik yang menyentuh hati, dan tanpa sadar kita sampai meneteskan air mata, seakan-akan ikut merasakan makna dan kejadian dari tiap kata dalam lagu yang kita dengarkan tadi. Perasaan sedih tersebut mungkin masih dalam tingkatan wajar ketika memang efeknya mucul dalam hati namun masih baru menjadi pembenaran dalam hati saja (wah itu gue banget), artinya kita masih bisa mengontrol kehendak tubuh, atau gampangnya tidak terlalu terlarut dalam sebuah lagu. Namun hal itu akan berbahaya ketika efek dari sebuah lagu itu sudah masuk kedalam hati, menjadi pembenaran diri (wah itu gue banget), kemudian menjadi semacam perasaan yang selalu terpikirkan, serta outputnya berupa tindakan yang mempengaruhi tubuh, sebagai contoh ada kasus di sebuah negara dimana ada seorang anak sampai bunuhdiri karena diduga sering mendengarkan lagu dari band yang didalam musik dan lirik lagunya ada ajakan untuk bunuh diri (nanti temen bisa cari sendiri), kata ”diduga” ini mungkin bagi teman-teman tidak masuk akal, apalagi hanya karena mendengarkan sebuah lagu masa bisa sampai bunuh diri, tetapi bagi saya karena berdasar pengamatan saya pada lirik dan musik yang bisa menghasilkan efek tadi, saya kira itu mungkin saja terjadi, ya itu karena efek perasaan yang ditimbulkan oleh sebuah lagu di pembahasan musik dan lirik di atas, tapi itu hanya pengamatan saya ya, tentu saja teman-teman boleh berbeda pendapat.

Selain hal di atas, bahayanya (bisa juga baik sebenarnya) dari sebuah lagu adalah dia semacam mempunyai “efek pengikat” apa itu efek pengikat?, pernah nggak teman-teman suka mendengarkan lagu favorit (tak favorit pun termasuk sebenarnya) yang pada waktu mendengarkan lagu itu ada kenangan terhadap suatu hal, kemudian berjalan waktu tak mendengarkan lagu itu lagi hingga waktu yang lama, kemudian tiba-tiba terdengarkan lagu itu kembali. Kira-kira perasaan apa yang muncul di benak teman-teman?. Tentunya ada semacam dejavu bukan?, seakan-akan kita kembali kemasa-masa dimana kita punya suatu kisah saat kita mendengar lagu lama tersebut, kemudian perasaan-perasaan itu muncul kembali, gambaran itu, kejadian itu, ohh, sialan.

Sekali lagi perasaan dejavu itu tidak menjadi masalah manakala itu hanya menjadi sebuah efek  rindu sedih yang bersifat pengingat sementara. Namun tentunya akan tidak mengenakan jika yang teringat ternyata adalah kesedihan nelangsa bukan ? (sakit hati, takut, kejadian mengerikan) tentu terdengarkan lagu itu kembali akan menyakiti perasaan. Lalu muncul pertanyaan apakah benar orang mendengarkan sebuah lagu bisa sampai seperti itu?, bagi kalian yang tidak mengalami hal demikian maka beruntunglah, karena kalian tak perlu pusing pilah-pilih lagu, bisa juga kalian adalah termasuk tipe orang yang menikmati lagu hanya untuk kesenangan semata (seperti masalah musik koplo tadi) atau saya gambarkan kalian itu adalah orang yang kalo beli mie ayam, ketika mienya sudah terhidang, tanpa ragu, saus, kecap, dan sambal sudah masuk duluan ke mangkuk sebelum kalian mencicipi rasa asli dari kuah mie ayam tersebut (maksudnya kalian mungkin tidak terlalu peduli pada cerita dari sebuah lagu, bagaimana lagu dan lirik itu bisa tercipta, bagi kalian yang penting adalah lagunya asik, musiknya mantep, lupa masalah hidup, pokoke goyang neng……. tapi yang jadi permasalahan tidak semua orang itu seperti kalian Bro, karena banyak pula orang yang dalam menikmati lagu itu dinikmati tiap detailnya, digali secara mendalam musiknya, lirik-liriknya, sehingga terkadang mereka yang tak mampu membatasi diri mereka akan terbawa kedalam sebuah lagu, banyak sekali kan akhir-akhir ini muda-mudi yang menyaksikan konser musik sambil terisak tangis karena terlalu terbawa suasana sebuah lagu, itulah masalahnya.

Selain kesedihan ternyata efek pengikat dari lagu juga bisa bersifat menakutkan, itu saya alami sendiri. Pernah dulu saya menyukai band beraliran keras Avenged Seven Fold, band yang terkenal pada masa-masa SMP dulu, hampir semua lagunya saya suka, ya walaupun terkadang tak tau artinya karena malas cari terjemahannya, pokoknya yang penting suka saja lah sama musiknya. Waktu itu saya minta lagu baru A7X itu dari teman saya, saat itu hari-hari bebas karena habis ujian nasional, digardu pertigaan sebelum masuk smp, seingat saya kami berempat ngobrol-ngobrol sambil saya minta lagu itu, saya ingat ada empat lagu yang saya minta, salah satunya yang berjudul “side winder” singkat cerita saya pulang kerumah, saya dengarkanlah lagu itu beberapa kali, lumayan juga pikir saya ( biasanya saya mendapatkan fill dari lagu yang tak tau artinya itu dari nada, terutama melody) keesokan harinya, waktu sore hari saya main bola di kebon bersama teman-teman, biasalah kegiatan anak remaja waktu itu ya paling main bola, karena belum terlalu mengenal gadget ataupun warnet, lagi asik main, kami dapat kabar dari ibu-ibu yang nampaknya habis pergi dari suatu tempat, kalo di kampung sebelah telah terjadi kasus pembunuhan, seorang kakak menggorok leher adiknya sampai meninggal, dan yang buat takut ternyata pembunuhnya masih buron, sontak teman-teman bergegas pulang kerumah karena takut. Singkat cerita, masih juga mendengarkan lagu dari A7X dan Alhamdulillah pembunuhnya itu sudah tertangkap, dari pengembangan kasus pembunuhan tadi ternyata korban bukan hanya digorok, melainkan lehernya itu digorok sampai putus, iya benar-benar sampai putus, saya tak habis pikir, bisa seorang kakak sampai tega melakukan hal seperti itu terhadap adiknya sendiri yang masih sekitar kelas 4 sd kalau tak salah. Saya tahu anak itu digorok sampai putus lehernya karena saya lihat foto korban dan memang benar-benar itu badan sama kepala sampai misah, wadaw wadidaw, anehnya ko saya minta dan simpan foto itu, saya amati pula detailnya (edan). Dan apa selanjutnya yang terjadi teman-teman? Perpaduan dari suatu kisah dengan sebuah lagu itu mulai berefek, booommm, ketika saya menyetel lagu A7X terutama “side winder” walah walah, ketika terdengar melody-melody lagunya, entah kenapa gambar kejadian pembunuhan itu malah muncul bersama lagu itu di benak saya, sumpah itu bikin saya mual semual-mualnya, foto korban pembunuhan itu muncul terus dipikiran saya, sampe eneg, badan malah jadi ikutan lemes, hingga akhirnya saya yang kalah, saya yang tak tahan akhirnya putuskan hapus semua lagu Avenged seven Fold di pemutar musik saya, lagu yang saya kumpulkan di laptop pun saya hapus, saya tidak dengarkan lagi itu lagu A7X, haha lebay sekali ya pikiran saya, ya itu begitulah, tapi sekarang ya sudah mending, mungkin karena sudah lama juga, kadang kalau terdengar lagu itu lagi masih teringat juga kejadian itu. Pernah juga dulu pas jamannya terkenal band asal pekalongan Raprock, biasa saya juga dengarkan lagu-lagunya, lagi asik dengerin lagu, teman saya memperlihatkan video wanita di keroyok sama segerombolan laki-laki, deskripsinya si wanita ketahuan mencuri terus dihakimi masa, hingga sampai pada kejadian siwanita yang sudah tak berdaya dan berdarah-darah karena dipukuli tadi, dua kali ditimpuk pakai batu batako besar tepat di kepala, duarrr edannnn b*jingannn, kejam sekali kau laki-laki bang*at, masa iya sampe segitunya sama wanita, ya walaupun dia maling sekalipun jangan sampe segitunya juga lah, dugaan saya itu wanita meninggal. Seperti kasus yang pertama, ketika saya dengar lagu dari Raprock walah-walah pikiran saya pusing, saya kembali teringat pengeroyokan itu, tubuh saya lemes, bahkan itu sampai seminggu lebih saya dalam kondisi seperti itu, tak sangka ternyata dibelahan bumi sana ada kejadian mengerikan seperti itu, seperti sebelumnya saya kalah, karena tak mau kepikiran terus, akhirnya saya hapus semua lagu-lagu Raprock. Kok ceritanya serem-serem terus kaya gitu ya Bro?, yang laen dong, oke oke kali ini rada beda, menurut saya ini efek dari lagu yang paling besar dampaknya yang pernah saya alami di hidup saya, bahkan sampai tulisan ini dibuat. Ceritanya begini, sebelumnya guys ini bahasanya saya rubah lo gue saja ya biar lebih akrab kita haha…. Jadi gini ceritanya:

Waktu itu gue masih kelas 6 SD, jamanya mulai terkenal band wali gara-gara lagu “Dik” sama “Egokah Aku”, cuman waktu itu wali bikin lagu lagi yang sama-sama hits pula berjudul “cari jodoh”, nah lagu ini yang bikin efek besar dalam hidup gua, kira-kira apa cerita di balik lagu itu teman-teman?, ini rada curhat nggak papa ya hehe.

Waktu itu Gua menjalani masa-masa SD dengan seperti layaknya anak-anak SD lainnya, belajar, bermain, jodoh-jodohin teman, heee normal dong masa pubertas, waktu segitu sudah mulai ada perasaan antar anak laki-laki dan perempuan. Singkat cerita Gua adalah bocah kucel biasa yang belum sampai punya perasaan lebih kepada lawan jenis, paling ya cuma jadi temen biasa buat ejek-ejekan nama orang tua wkwk, ya itu sebenernya karna Gua juga orangnya rada pemalu, palingan ya beraninya cuma sekedar ngecengin temen cowo yang ketahuan suka sama anak cewe buat di jodoh-jodohin. Nah salah satunya temen Gua ini ni, panggil aja temen cowo yang sering Gua ecengin ini Ali, dan cewek yang dia taksir panggil aja dia Cicak, oke lanjut, si Ali ini temen sepermainan Gua, dari sekolah sampe pulang sekolah ya mainnya sama dia seringnya, Ali ini suka sama si Cicak ya sudah cukup lama, mungkin dari kelas 2 atau 3 SD kalo gak salah, cuman si Cicak ini kaya ndak mau sama Ali, tapi Ali tetep aja berjuang mempertahankan cintanya dan puncaknya mungkin ya dikelas 6 SD ini, Gua yang merasa kasihan sama Ali ya coba ngeceng-ngecengin mereka berdua, dengan harapan si Cicaknya mau gitu sama Ali, kasihan banget soalnya haha, bukan hanya ngecengin kadang gue dan temen-temen lain juga nemenin Ali ke kebon depan rumahnya Cicak, karena nggak berani langsung kerumah ya gitu paling main di kebon depan rumahnya sambil cari perhatian atau kalo nggak ya mondar-mandir sepedaan cuma sekedar lewat depan rumahnya, sapa tau anaknya keluar heeee, dan karena seringnya nemenin Ali itulah, entah kenapa pada suatu hari, setelah Gua bangun tidur, tiba-tiba kok ada semacam perasaan aneh dalam diri gue, iya, perasaan ini nggak seperti biasanya, tau lo perasaan macam apa itu bro?, hmmm ya benar, ternyata perasaan aneh itu adalah perasaan C.I.N.T.A “gua suka sama si Cicak”, iya haha, gak tau kenapa ko bisa sampe seperti itu, sebenernya gua juga nggak mau seperti itu, karena gua tau temen gua Ali itu udah suka lama sama si Cicak ini, nggak enak juga dong masa udah temenan lama sama Ali rusak hanya gara-gara suka sama cewe yang sama. Tapi jujur perasaan suka ini susah di pendam, awalnya gua tutup-tutupin ni perasaan karena gak enak Sama Ali, tapi kok dipendem gini rasanya sakit haaaa, dengan berat hati akhirnya gua ungkapinlah perasaan ini sama Cicak, tau loe bro gua ngungkapin suka sama cicak gimana? Edan bro Gua, entah apa yang merasuki Gua, waktu itu entah lagi istirahat atau nunggu guru dateng, Gua rada lupa, yang jelas kelas lagi ndak ada guru, anak-anak lagi pada main-main dikelas, si Cicak ini duduknya di sebelah kanan belakang pojok, sedang gua di samping kiri pojok depan, jadi jauh lah pokoknya duduknya, gak tau ini model nembak cewe yang keren atau nggak, yang jelas karena gua takut kalo ngomong suka secara langsung hadep-hadepan, akhirnya entah kenapa waktu itu tiba-tiba gua teriak kenceng banget yang intinya gua bilang suka sama si cicak, sontak temen-temen yang tadi pada sibuk sendiri, langsung pada rame, dalam hati, malu dah gua, goblog-goblog, ngapa mesti teriak si oneng. Gak tau gua si Cicak itu seneng, sedih apa malu, karena Gua gak liat ekspresi Dia, ya walaupun cara nembaknya aneh, tapi setidaknya Gua bangga dah nyatain perasaan lah sama Dia haha, lha terus si Ali gimana? Hmmm temen gua Ali juga ada di situ Broo, iya setelah sekian lama terpendam akhirnya Ali pun tau kalau ternyata gua juga suka sama si Cicak. Lalu gimana selanjutnaya apakah terjadi permusuhan?, hmmmmm, untungnya si Ali nggak marah Bro (nggak tau dalem hatinya gimana, secara dia kan udah lama suka sama Cicak), Dia masih tetep jadi teman sepermainan gua, cuman bedanya sekarang kita bersaing buat mendapatkan Cicak, cuman walau bagaimanapun baiknya pertemanan kita, takutnya gua dan pede-nya Gua si Cicak itu lebih milih gua daripada si Ali tadi, bener-bener bisa hancur ni persahabatan kita.

Hari berganti hari kami berdua belum juga mendapatkan kabar baik dan buruk dari si Cicak, woy Cicak, cepet bales dong, siapa kiranya yang lo pilih. Hari berganti lagi, lama sekali dan tak kunjung mendapatkan jawaban, ternyata ada temen gua satunya lagi, panggil aja si Dahan, ternyata Dia juga suka sama si Cicak, edan kok kenapa jadi ramean gini yak haha, ya akhirnya oke dah Gua sama Ali nggak masalah si Dahan ini suka sama si Cicak, yang penting kita bersaing secara sehat buat dapetin hatinya si Cicak. Setelah menunggu begitu lama, bisa Lo tebak gak Bro siapa akhirnya yang di terima si Cicak ?, tak diduga-duga ternyata malah si Dahan ini Bro yang Cicak pilih. Kampret emang, Gua kira bakalan Gua yang di terima, malahan si Dahan Njiirr,,,,,,, bener ni gan nggak bohong, waktu itu gua merasakan sakit hati yang bener-bener sakit hati, ya walau gua masih bocah SD gua yakin itu adalah patah hati terbesar dan tersakit yang pernah Gue rasakan dalam hidup Gue, bahkan sampai tulisan ini di buat haha, nah yang jadi masalah apaan, nah waktu sakit hati inilah muncul tu lagunya wali yang judulnya “Cari Jodoh” lo tau kan Bro lirik lagu cari jodoh gimane? (kalo ndak tau coba browsing dah liriknya), iyakk he.em gue ngrasa itu lagu Gua banget coy, ngena banget itu lagu di pikiran dan hati Gua, Gua ngrasa kalo Gua manusia paling menyedihkan, memalukan, paling gak laku, dan gara-gara lagu itu, sering banget gua doa kalo habis sholat supaya cepet dapat jodoh (njirr, kalo diingat-ingat bikin senyum-senyum sendiri tu doa, hahaha). Dan nyeseknya, waktu itu, lagu cari jodoh itu baru keluar dan baru mulai ngehits, artinya lagu itu masih akan sering terdengarkan dan terngiang-ngiang di kuping Gua untuk beberapa bulan kedepan, lo tau Bro gimana sakitnya Gue waktu itu, ahh nelangsa sekali pokoknya.

Lama banget tu sakit hati, bahkan kebawa sampai gua SMP, gua yang jaman SD periang jadi pemurung, gara-gara nembak teriak malu-maluin terus akhirnya malah ditolak, gua sekarang jadi pemalu. Ngobrol sama cewe jadi canggung, bener-bener mulai jadi pendiem tu waktu SMP. Semua ini gara-gara kamu Cicak, benci sekarang Gua sama Lo, gara-gara Lo tiap Gua suka sama cewe walaupun udah deket Gua takut ngungkapin perasaan Gua karena takut ditolak lagi, pokoknya semua ini gara-gara Lo Cicak, sampai kapanpun Gua gak akan maafin Lo. 


Hehehe enggak-enggak ding Cak bercanda haha, walaupun gua sakit hati banget sama Lo, gua jadi pemalu gara-gara Lo, Gua jadi penakut gara-gara Lo, tapi setelah Gua pikir-pikir ternyata, kalaupun gua diterima jadi pacar Lo waktu itu, kira-kira mau ngapain pacaran kita? Haha, secara masih anak SD wkwk, dan juga sakit hati ini ternyata ada baiknya buat Gua, ya baiknya buat Gua adalah, karena gua jadi pemalu itu sendiri, tiap ada cewe yang suka sama Gua ataupun gua suka sama cewe, kita nggak pernah sampe pacaran, yak karena jadi pemalunya Gua tadi haha, Gua kagak pernah mau diajak pacaran, bukan sebuah prestasi memang kalo kata temen-temen cowo Gua, anak muda ko nggak punya pacar, apa kata dunia?. Tapi entah kenapa Gua suka status Gua yang belum pernah pacaran, bahkan temen Gua yang jaman nakalnya jadi playboy tapi sekarang dah tobat bilang iri sama Gua yang belom pernah pacaran, karena menurutnya pacaran itu gak guna (gara-gara dia Gua jadi bangga loh belom pernah pacaran, hee). Dan gara-gara nggak punya pacar inilah kegiatan malam-malamku ya paling di isi dengan main musik. Nah inilah kenapa bisa sampai punya hobi bermusik, ya dari sini awal ceritanya. 
Dan bermusik ini juga salah satu selain Cicak yang mencegah saya dari berpacaran. Itu yang saya suka.
Pembahasan musik ini belum sepenuhnya gue bahas, mungkin di tulisan selanjutnya bisa gue bahas lagi, biar rada lengkap.
Terimakasih Cicak, Terimakasih Musik, Terimakasih buat Temans-temans yang sudah baca sampai akhir tulisan ini, maap kalo ade salah-salah kate, atau terlalu lebay, baru pertama nulis ginian soalnye ye….

Salam TTW

AKU TAK MELIHAT KEBIJAKANMU DALAM KEBIJAKAN

Penasaran menuntun saya membuka kembali file-file lama yang tertumpuk bercampur kertas-kertas sobekan yang saya anggap penting dalam tas tem...