Rabu, 27 Mei 2020

"PERNIKAHAN DINI"

Nikah bukan lomba lari,

Bahagianya bukan dari siapa dia yang paling cepat,

Namun tentang rasa cinta dari orang yang tepat,

Disaat yang tepat, dan

Untuk kebahagiaan orang terdekat.
.
.


.
.

Cerita ini adalah cerita umum, bukan bermaksud mengeneralisir. mempercayainya seratus persen adalah salah, tak mempercayainya sama-sekali adalah kebebasan anda. monggo di simak
.
.
Beberapa waktu lalu saya ikut nimbrung di media sosial yang membahas tentang curhatan orang yang kurang lebih seperti ini:

"Yang nikah muda ko akun medsosnya jadi olshop ya". kemudian ada balasan dari cewe,

"Tadinya saya mau open BO mas, cuma ndak dibolehin suami jadi ya ngolshop aja". haha, 

Curhatan dan jawaban menohok itu di screenshoot kemudian diupload di instagram, biasalah model akun-akun yang ingin followersnya naik ya pake trik seperti itu.

Lanjut ke topik, sambil mengingat-ingat ternyata ada benarnya juga curhatan orang itu, saya kira banyak juga orang sekitaran saya yang sehabis nikah mendadak jualan "Olshop", sebenarnya tidak ada masalah si mau apapun usaha yang dilakukan orang setelah menikah selama itu halal wa thoyib, ibaratnya mereka kan memang sudah harus hidup mandiri ya itung-itung membantu suami, cuma dari curhatan itu ko saya jadi ingat stiker himbauan dari pemerintah dirumah orang pas saya sholat jum'at yang isinya kurang lebih seperti ini, bahaya nikah muda: resiko kematian ibu dan anak, rawan stres karena masih labil, keluarga terabaikan, susah ekonomi, resiko perceraian dll

Ternyata banyak juga masalahnya ya kalau nikah muda tanpa perencanaan yang matang, bagi saya sendiri si setuju saja dengan himbauan pemerintah untuk tidak nikah muda, cuman ketika saya berfikir lagi sebenarnya himbauan dirumah warga ini masih kurang, maksudnya begini, bukan mau su'udzon ya, cuma bicara fakta disekitaran, bukankah sebenarnya mereka yang nikah muda ini kebanyakan akibat dari "Kecelakaan", paham ya maksud saya, jadi pemerintah ngajak "jangan nikah muda" ya kesannya telat, mereka yang masih polos dah kelewat mblendung bagaimana?

Harusnya pemerintah melakukan penyuluhan jangan nikah muda lebih awal lagi, contoh stiker seperti ini harusnya nempelnya diperbanyak di sekolahan-sekolahan SMP, SMA, SMK baru pas, dan sangat perlu guru diarahkan untuk menerangkan dan menekankan kepada anak didiknya tentang bahayanya pergaulan bebas, makanya pendidikan sex usia dini itu saya rasa perlu, cuma pendidikan yang seperti ini saja, kemarin masih ada orang yang mempermasalahkan weleh.

Lanjut lagi, mungkin maksudnya pemerintah himbauan di rumah-rumah itu untuk para keluarga agar menasehati anak-anaknya supaya menjaga diri dan tidak melakukan perbuatan aneh-aneh, walaupun demikian nyatanya masih ada juga yang kecolongan, bagaimanapun kehidupan orang tua dan anak tetap ada sekat akibat perkembangan teknologi, tanpa bimbingan yang baik dan kontinyu dari orang tua bisa saja anak terbawa arus negatif,  oke stop dulu saya rasa ini dah keluar topik kita luruskan lagi.

"Himbauan jangan nikah muda", saya garis bawahi untuk mereka yang mau nikah pada usia muda (muda keduanya baik yang laki-laki maupun perempuan), niat nikah karena memang pingin nikah dan bukan karena "kecelakaan" seperti tadi ya.

Mereka yang punya rencana nikah pada usia muda alasannya bermacam-macam, bisa karena merasa sudah waktunya karena mungkin sudah bekerja dan mempunyai uang, atau bisa saja karena mereka sudah berkomitmen (pacaran😂) jadi ya mau apalagi, ada juga yang karena merasa sudah tak bisa mengendalikan nafsu yang besar sehingga dari pada berbuat dosa solusinya ya menikah, hal itu di tambah ada sebagian kecil "Tokoh" yang berdasarkan "Konteks" menekankan pada para kaum muda ("ni yang sudah berpenghasilan supaya cepet-cepet nikah deh, jangan kelamaan, nanti dosa"). Hal itu benar memang tapi kan bukannya masih ada opsi lain, misal mereka yang susah mengendalikan nafsu ya supaya diperbanyak berpuasa, olahraga, ngaji cari ilmu dulu atau apapun, dari pada langsung diarahkan ke solusi pernikahan, hal itu kadang membuat saya merasa prihatin. Karena terkadang mereka yang baru senang mengaji dan merasa dekat dengan kebaikan di beri arahan seperti itu ya langsung mereka lakukan, saya bilang begitu karena banyak yang bercerita demikian, akhirnya menikah tanpa perencanaan matang sehingga berakhir perceraiaan.

Saya memang sependapat dengan pemerintah supaya nikah itu benar-benar di persiapkan, baik fisik maupun mental, yang jadi masalah bagaimana jika kondisinya mengharuskan untuk tetap menikah? oke kalo memang kondisinya harus menikah saya coba memberikan pendapat berdasar pengamatan saya,

Okelah nikah muda silahkan cuma yang ingin saya tekankan untuk para Suami dan Istri berfikirlah matang-matang dan benar-benar persiapkan sebelum memiliki anak, maksudnya begini, terlepas dari semua opini dan pendapat saya diatas, "menikah muda itu tak masalah, cuma mempunyai anak diusia muda itu masalah", saya berpendapat demikian karena jujur melihat pasangan yang "keduanya masih sangat muda" tapi sudah mempunyai anak itu kasihan, seharusnya masa-masa muda seperti mereka, mereka habiskan untuk mengenal dunia, belajar, membantu orang tua, meraih cita-cita mungkin. Cuma harus terhenti karena sudah harus berfikir menghidupi keluarga dan anak, terlebih masa seperti sekarang, cari pekerjaan susah, mau berdagang minim pengalaman, pekerjaan sistem kontrak, (bahkan ada perusahaan yang tak menerima pegawai baru yang sudah beristri dan mempunyai anak, pertimbangannya karena perusahaan harus membayar tunjangan istri dan anak, dll) kalau tak bisa survive tentunya hal ini akan jadi masalah, bukan hanya mereka si pasangan muda namun berimbas pada kedua keluarga nantinya. bahkan efek terburuknya hancurnya rumah tangga dan perceraian. naudzubillah

Saran saya yang terakhir, jika memang "merencanakan nikah diusia muda", silahkan, "cuma tahan dulu untuk mempunyai anak", bersenang-senanglah dulu dengan suami atau istrimu, kalau bisa saling membantu bekerja, menabung, berinfestasi, kalau bisa buat usaha sendiri, baru ketika memang sudah benar-benar siap, barulah rencanakan untuk mempunyai anak. Lah tapi itu ada yang nikah muda punya anak juga sukses, ya memang ada,  yang saya ceritakan kan cerita umum, jadi kita ambil contohnya ya rata-rata bukan hanya satu contoh, begitu. Bahkan kebalikan cerita saya diatas "mereka yang sudah dianggap dewasa pun ada yang sampai bercerai, artinya kan memang menikah itu sesuatu yang perlu perencanaan, bukan begitu."

NB ini hanya "OPINEWS" hasil akhir tetap pada hak anda untuk menentukan.

jika merasa penting untuk di share silahkan, jika kurang setuju silahkan berkomentar, jika ada yang kurang silahkan ditambahi, kolom komentar terbuka lebar😁 terimakasih


ttw/26-05-20

Tidak ada komentar:

AKU TAK MELIHAT KEBIJAKANMU DALAM KEBIJAKAN

Penasaran menuntun saya membuka kembali file-file lama yang tertumpuk bercampur kertas-kertas sobekan yang saya anggap penting dalam tas tem...