Kamis, 11 Juni 2020

NETIZEN BARBAR



Cerita ini adalah Opini, mempercayainya seratus persen adalah salah, tak mempercayainya sama-sekali adalah mutlak kebebasan anda. monggo di simak

Beberapa hari yang lalu media sosial ramai tentang kasus comment netizen Indonesia diakun Instagram pemain Drama Korea berjudul "The World Of The Married"

Sang artis Han Soo Hee yang dalam Drama berperan sebagai Pelakor dibanjiri berbagai komentar netizen Indonesia (kebanyakan cewe), ada yang memprotes, ngomel-ngomel tak terima karena peran menyebalkan yang diperankan sang Artis. Adapula yang memuji kecantikan serta aktingnya yang luar biasa sampai membuat orang jadi ikutan geram. tak ayal perilaku netizen indonesia ini menjadi pemberitaan dimedia-media, banyak yang menyayangkan sikap dari para netizen ini yang dianggap norak. Walaupun mungkin sebenarnya niat awalnya hanya bercanda.

Kebanyakan yang memprotes mereka netizen cewe adalah dari kalangan pria, oh iya sebelum ini memang antara netizen laki-laki dan perempuan indonesia sedang ramainya berseteru๐Ÿ˜„, kalo temen-temen mengikuti medsos pasti tau cerita awal mulanya, yaitu gara-gara dek Reemar si cantik asal Negara Philipina yang video tiktoknya terkenal di Indonesia, hampir tiap buka ig nongol tu si dek Reemar sambil joget dan senyum-senyum, tau sendiri dong kalo ada yang bening-bening begini responnya yang paling tanggap siapa? yup jelas sekali jawabanya adalah para kaum lelaki, banyak banget tu yang suka pasang video tiktoknya dek Reemar distatus wa, terutama teman saya ni si Yusuf, 

"OY CUP UDAH OY, BANGUN LU WAKTUNYA MULUNG, MUHASABAH DIRI ENTE, JANGAN BANYAK NGAYAL, DAH CARI PRIBUMI AJA WOY."

Maaf kebawa suasana, lanjut. Nah jadi banyak dari cewe-cewe yang "Curhat dimedsos" kalo pacarnya ini lebih mentingin si Reemar ketimbang dirinya, katanya juga ada yang ngebandingin dia nggak secantik Reemar. Karena ternyata banyak pula respon dari para wanita lain yang merasakan demikian, mulai dah tu netizen cewe yang kesel nyerang kolom komentarnya dek Reemar, yang sampe buat si Reemarnya pun jadi kesel. 

Mengetahui idol mereka di serang netizen cewe, para netizen cowo pun tidak tinggal diam, mereka yang mengetahui kalo salah satu akun yang menyerang Reemar adalah penggemar Bangtan Boys (BTS) atau ARMY INDONESIA, balik menyerang akun BTS, nah disini viral cewe K-POPers yang lucu ni, kalian mungkin pernah liat, yang cewe ngomel sambil nangis "Puas kalian, kalian boleh hina kami, tapi jangan hina idol kami" jujur ni cewe kalo dah gede malu nggak ya liat videonya sendiri gitu, kasian tangis dari lubuk hatinya malah dibecandain, dibikin meme lagi, parah emang netizen kita haha. 

Namun nampaknya langkah yang diambil netizen cowo salah guys, pasalnya para ARMY yang merasa tidak ikut menyerang akun Reemar pun jadi ikut ke-trigger, mulai dah tu serangan besar-besaran reeport akun dilancarkan dengan membabi buta dengan secara masif, sampai pada akhirnya Reemar yang harus mengalah, dan memutuskan minta maaf dan pamit dari dunia medsos. Walaupun alibinya dia pergi dari dunia medsos karena masalah keluarga, tapi saya yakin salah satunya pasti gara-gara rusuh netizen Indo ini. Duh duh kasian, cup cup cup sini sama abang.

Bukan hanya itu guys, karena sebelum kasus Reemar ini muncul ternyata ada lagi yang lebih awal, cuma ini akun yang diserang adalah akun medsos Anisha Isa Kalebic,  kekasih Pangeran Abdul Mateen, putra lelakinya Sultan Hassanal Bolkiah Brunei. Kabarnya si banyak cewe halu Indo yang cemburu sama kekasih Pngeran ganteng ini, weh weh weh.

Nah dari kasus-kasus ini lah mulai perseteruan antar netizen laki-laki dan perempuan di Indonesia, hal ini diperparah oleh akun-akun yang sengaja cari keributan dengan memviralkan kasus ini, kolom komentarnyapun banyak yang isinya hujatan saling ejek, dalam hal ini yang jadi target adalah netizen perempuan yang oleh netizen pria sering disebut "Betina +62". 

Ngomong-ngomong "Betina +62" ternyata banyak juga cewe yang ndak ikut-ikutan nyerang akun Reemar namun ikut marah karena tidak terima disebut "Betina" lho, mereka mengkritik para laki-laki yang berkata demikian. Menurutnya laki-laki tak boleh berkata begitu karena menyamakan perempuan dengan "sebutan untuk hewan". 

Nah nah disini rada aneh guys, kan kalo biasanya laki-laki disebut "Jantan" itu keren, sangar, macho. Cuma ternyata untuk sebutan "Betina" ke perempuan ini konotasinya dianggap Negatif, jadi ati-ati ya anda bicara seperti ini, salah-salah bisa dicakar anda ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚.

lanjut guys, Ada Info yang mengejutkan lagi, ternyata bukan hanya kebarbaran para netizen wanita yang buat geleng-geleng, yang laki-lakinya pun sama. kenapa demikian, kalau kalian belum tau, ni saya kasih bocorannya. 

Kalau tadi yang ndak suka netizen cewe barbar paling hanya para netizen pria, yang cakupannya kisaran indonesia, Malaysia, Korea, Philiphina. Ternyata netizen cowo Indo ndak kalah dari itu guys, bahkan yang memusuhi netizen cowo indo dah setara seluruh dunia๐Ÿ˜…. Ndak percaya? ceritanya gini.

Dimasa Pandemi seperti ini, banyak sekali aktifitas yang terpaksa diberhentikan. Dari pekerjaan, bandara, pelabuhan, bahkan sampai kegiatan olahraga pun diliburkan. akibatnya para penggemar olahraga (terkhusus para laki-laki jadi gabut), akun-akun olahraga pun jadi sepi, namun mereka para admin tak kehabisan akal, untuk meramaikan kolom komentar mereka supaya ramai kembali mereka mengupayakan berbagai cara. Meski perlombaan olahraga tak bisa dilaksanakan secara langsung seperti biasanya, mereka berinisiatif untuk membuat pertandingan olahraga melalui kanal online. 

Dibuatlah pertandingan yang mepertemukan antar negara-negara. Simple sekali si aturanya, yaitu juaranya diperoleh dari voting terbanyak.

(dah bisa dibayangkan belum?๐Ÿ˜…)


Itu netizen Indonesia dibully sama netizen seluruh bumi, gara-gara tiap diadakan voting pasti yang menang Indonesia lagi, Indonesia lagi, haha parah emang....


ttw 10/06/20





Rabu, 10 Juni 2020

KULIAH DARING


Kita sudah merasakan pembelajaran daring hampir selama satu semester, kemungkinan akan bertambah hingga satu semester full. Ada beberapa hal yang saya keluhkan.

Sebelum ke-Pokok masalah. Pembelajaran online seperti ini jelas mengurangi fokus kita sebagai mahasiswa dalam belajar, namun bagaimana lagi kondisi memaksa kita harus seperti ini, kita hanya bisa berdoa semoga kedepannya lekas membaik keadaannya, dan kita bisa beraktifitas seperti sedia kala. Lanjut, beberapa hal yang menjadi masalah dari perkuliahan online seperti ini yaitu,

pertama: dosen tak semuanya memberikan pengajaran, atau hanya memberi file saja tanpa menerangkan, sedang materi yang kita terima itu hampir 90persen hitung-hitungan yang artinya dalam hal ini kita butuh diterangkan. 

Kedua: dosen jarang, bahkan banyak yang belum pernah sama sekali mengunakan aplikasi yang tersedia diinternet, seperti zoom, google meet atau apapun itu dalam memberi pengajaran. 

Ketiga: karena dosen yang tak memberi pengajaran mengakibatkan kita mencari materi sendiri melalui internet seperti youtube dll. Bukan apa-apa, maksudnya kita kuliah disini kalau akhirnya harus mencari materi utamanya di youtube, lah tugas dosen yang seharusnya memberi pengajaran bagaimana kalau begitu? 

Keempat: masalah internet sendiri tak semua tempat itu memiliki sinyal yang baik. Kedepannya yang seperti itu harus dicarikan solusi. Karena dalam pelaksanaan pembelajaran online, selain masalah sinyal jelek, tak semua dosen bisa mengerti keadaan, ada yang mengajar dengan tegas kalau tak mengikuti pembelajaran online pada jam ini, absen pada jam ini dianggap tak mengikuti kuliah, kan yang seperti itu kasihan mereka yang kesusahan mendapat jaringan internet.

kelima: kita yang kuliah daring itu tidak mendapat fasilitas dikampus, pembagian kuota internet yang katanya sebesar 150rb pun belum kita dapatkan. Seharusnya dari pihak kampus bisa lebih memikirkan kami selaku mahasiswa, pihak kampus harusnya bisa bersikap bijaksana. Dan juga kita kuliah itu bayar jutaan, sudah tak mendapat fasilitas yang memadai dalam pembelajaran online, kita hanya mendapat bantuan "uang kuota saja" yang hanya dianggarkan dapat 150rb perbulan? apa itu tidak salah? cara hitung hitungannya bagaimana sampai bisa seperti itu? okelah karena perkuliahan online dosen jarang yang memberikan pengajaran secara langsung melalui aplikasi membuat kuota sendiri tak terlalu banyak yang dikeluarkan, tapi bukan itu yang saya permasalhkan, kalau di hitung 150rbx6= 900.000. Selama satu semester kita hanya mendapatkan demikian. Wahai Pimpinan Kampus yang Terhormat, saya ingatkan lagi barang kali anda lupa, kita bayar kuliah satu semester saja 4 jutaan lebih, lantas yang tiga juta lebih kemana?
Itu baru fakultas kami, belum fakultas yang sekelas kedokteran yang bayarnya pasti berkali-kali lipat fakultas kami. 

Okelah mungkin uang itu untuk pembangunan Kampus, mungkin membayar gaji para pengajar, buat bayar orang yang bekerja dikampus, bayar listrik dll. Tapi apa iya sih kita yang tidak kuliah selama hampir satu semester hanya mendapat 900rb saja. Setidaknya kita berhak mendapat potongan setengah dari seluruh pembayaran selama satu semester ini lah. 

Tolong anda yang selaku pembuat kebijakan kampus berlakulah yang bijaksana. Tolong juga kalo buat kebijakan itu beri tahu kami landasan teori kalian bagaimana dalam mempertimbangkannya, kita kan "Sekelas Kampus" beri kami hitung-hitungan yang anda buat kenapa kami hanya mendapat demikian. jangan hanya ngasih kebijakan kemudian tak memberi ruang mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara kebijakan itu didapat.

Saya tahu kita semua dalam kesusahan, terlebih masa seperti ini keadaan ekonomi tak tentu, namun karena kami membayar full perkuliahan, antara kampus dan mahasiswa jelas mahasiswalah yang paling diberatkan, terlebih kita sudah dibayang-bayangi untuk membayar uang kuliah semester depan yang tinggal beberapa bulan lagi. Banyak teman yang mengeluh kondisi ekonomi keluarganya terpuruk, bahkan sampai terpaksa berencana cuti semester depan gara-gara kehabisan biaya untuk menyambung hidup dan membayar kuliah. Semoga saja tak sampai demikian akhirnya. 

Ini kritik saya untuk Kampus disemester ini. Semoga kedepannya anda para Pimpinan Kampus bisa lebih lebih baik lagi dalam meberikan Kebijakan.

NB: SAYA AKAN KAGET DAN GELENG-GELENG KEPALA MANAKALA PIHAK KAMPUS UNTUK SEMESTER DEPAN TAK MEMOTONG BIAYA KULIAH JIKA PANDEMI TERNYATA MASIH BERLANJUT DAN MENGAKIBATKAN KITA MASIH KULIAH DARING. 

POTONG BIAYA KULIAH MIN 50% MAKA SAYA AKAN SALUT DENGANMU PARA PIMPINAN KAMPUS YANG TERHORMAT.

"Tiada maksud hati untuk menjatuhkan martabatmu, kau tetaplah Kampusku Tercinta. Yang kulakukan ini supaya baik budi luhurmu dan dipandang wibawa."

TTW 07/06/20

#unimus #unimushits #ftunimus #ftunimusupdate #fkunimus #mipaunimus #sayangunimus #korkom_unimus #bemkmunimus #semakmunimus #tapaksuciunimus #gonimus #hwunimus 

AKU TAK MELIHAT KEBIJAKANMU DALAM KEBIJAKAN

Penasaran menuntun saya membuka kembali file-file lama yang tertumpuk bercampur kertas-kertas sobekan yang saya anggap penting dalam tas tem...