Kita sudah merasakan pembelajaran daring hampir selama satu semester, kemungkinan akan bertambah hingga satu semester full. Ada beberapa hal yang saya keluhkan.
Sebelum ke-Pokok masalah. Pembelajaran online seperti ini jelas mengurangi fokus kita sebagai mahasiswa dalam belajar, namun bagaimana lagi kondisi memaksa kita harus seperti ini, kita hanya bisa berdoa semoga kedepannya lekas membaik keadaannya, dan kita bisa beraktifitas seperti sedia kala. Lanjut, beberapa hal yang menjadi masalah dari perkuliahan online seperti ini yaitu,
pertama: dosen tak semuanya memberikan pengajaran, atau hanya memberi file saja tanpa menerangkan, sedang materi yang kita terima itu hampir 90persen hitung-hitungan yang artinya dalam hal ini kita butuh diterangkan.
Kedua: dosen jarang, bahkan banyak yang belum pernah sama sekali mengunakan aplikasi yang tersedia diinternet, seperti zoom, google meet atau apapun itu dalam memberi pengajaran.
Ketiga: karena dosen yang tak memberi pengajaran mengakibatkan kita mencari materi sendiri melalui internet seperti youtube dll. Bukan apa-apa, maksudnya kita kuliah disini kalau akhirnya harus mencari materi utamanya di youtube, lah tugas dosen yang seharusnya memberi pengajaran bagaimana kalau begitu?
Keempat: masalah internet sendiri tak semua tempat itu memiliki sinyal yang baik. Kedepannya yang seperti itu harus dicarikan solusi. Karena dalam pelaksanaan pembelajaran online, selain masalah sinyal jelek, tak semua dosen bisa mengerti keadaan, ada yang mengajar dengan tegas kalau tak mengikuti pembelajaran online pada jam ini, absen pada jam ini dianggap tak mengikuti kuliah, kan yang seperti itu kasihan mereka yang kesusahan mendapat jaringan internet.
kelima: kita yang kuliah daring itu tidak mendapat fasilitas dikampus, pembagian kuota internet yang katanya sebesar 150rb pun belum kita dapatkan. Seharusnya dari pihak kampus bisa lebih memikirkan kami selaku mahasiswa, pihak kampus harusnya bisa bersikap bijaksana. Dan juga kita kuliah itu bayar jutaan, sudah tak mendapat fasilitas yang memadai dalam pembelajaran online, kita hanya mendapat bantuan "uang kuota saja" yang hanya dianggarkan dapat 150rb perbulan? apa itu tidak salah? cara hitung hitungannya bagaimana sampai bisa seperti itu? okelah karena perkuliahan online dosen jarang yang memberikan pengajaran secara langsung melalui aplikasi membuat kuota sendiri tak terlalu banyak yang dikeluarkan, tapi bukan itu yang saya permasalhkan, kalau di hitung 150rbx6= 900.000. Selama satu semester kita hanya mendapatkan demikian. Wahai Pimpinan Kampus yang Terhormat, saya ingatkan lagi barang kali anda lupa, kita bayar kuliah satu semester saja 4 jutaan lebih, lantas yang tiga juta lebih kemana?
Itu baru fakultas kami, belum fakultas yang sekelas kedokteran yang bayarnya pasti berkali-kali lipat fakultas kami.
Okelah mungkin uang itu untuk pembangunan Kampus, mungkin membayar gaji para pengajar, buat bayar orang yang bekerja dikampus, bayar listrik dll. Tapi apa iya sih kita yang tidak kuliah selama hampir satu semester hanya mendapat 900rb saja. Setidaknya kita berhak mendapat potongan setengah dari seluruh pembayaran selama satu semester ini lah.
Tolong anda yang selaku pembuat kebijakan kampus berlakulah yang bijaksana. Tolong juga kalo buat kebijakan itu beri tahu kami landasan teori kalian bagaimana dalam mempertimbangkannya, kita kan "Sekelas Kampus" beri kami hitung-hitungan yang anda buat kenapa kami hanya mendapat demikian. jangan hanya ngasih kebijakan kemudian tak memberi ruang mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara kebijakan itu didapat.
Saya tahu kita semua dalam kesusahan, terlebih masa seperti ini keadaan ekonomi tak tentu, namun karena kami membayar full perkuliahan, antara kampus dan mahasiswa jelas mahasiswalah yang paling diberatkan, terlebih kita sudah dibayang-bayangi untuk membayar uang kuliah semester depan yang tinggal beberapa bulan lagi. Banyak teman yang mengeluh kondisi ekonomi keluarganya terpuruk, bahkan sampai terpaksa berencana cuti semester depan gara-gara kehabisan biaya untuk menyambung hidup dan membayar kuliah. Semoga saja tak sampai demikian akhirnya.
Ini kritik saya untuk Kampus disemester ini. Semoga kedepannya anda para Pimpinan Kampus bisa lebih lebih baik lagi dalam meberikan Kebijakan.
NB: SAYA AKAN KAGET DAN GELENG-GELENG KEPALA MANAKALA PIHAK KAMPUS UNTUK SEMESTER DEPAN TAK MEMOTONG BIAYA KULIAH JIKA PANDEMI TERNYATA MASIH BERLANJUT DAN MENGAKIBATKAN KITA MASIH KULIAH DARING.
POTONG BIAYA KULIAH MIN 50% MAKA SAYA AKAN SALUT DENGANMU PARA PIMPINAN KAMPUS YANG TERHORMAT.
"Tiada maksud hati untuk menjatuhkan martabatmu, kau tetaplah Kampusku Tercinta. Yang kulakukan ini supaya baik budi luhurmu dan dipandang wibawa."
TTW 07/06/20
#unimus #unimushits #ftunimus #ftunimusupdate #fkunimus #mipaunimus #sayangunimus #korkom_unimus #bemkmunimus #semakmunimus #tapaksuciunimus #gonimus #hwunimus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar