Senin, 06 Juli 2020

AKU TAK MELIHAT KEBIJAKANMU DALAM KEBIJAKAN


Penasaran menuntun saya membuka kembali file-file lama yang tertumpuk bercampur kertas-kertas sobekan yang saya anggap penting dalam tas tempat tugas gambar teknik saya semasa smk, yap betul sekali masih tersimpan form pendaftaran yang saya cari. 

saya lihat dari atas sampai bawah, ternyata mudah sekali menemukan apa yang saya cari, saya mencari SPI, kalo dicari di internet SPI itu kepanjangannya adalah Sumbangan Pengembangan Institusi. 

Saya mencari SPI anak-anak kedokteran yang tepat sekali ternyata hitung-hitungannya akan mudah, karena diform "tahun 2017", SPI untuk anak Pendidikan Dokter S1 itu sebesar 120jt (itu SPI tahun 2017 lho ya, bukan 2018 atau 2019 yang pastinya lebih tinggi lagi nominalnya). 

Pikir saya mantap ini sangat mudah jika di bandingkan dengan biaya kuota sebesar 1,2 milyar yang dikatakan memberatkan kampus pada tahap I, mudah di hitungnya karena 1,2 milyar di bagi 120jt hasilnya 10. Anak sd kelas tiga pun tahu hasilnya 10, paling mereka bingung karena banyaknya nol. 

1,2 milyar setara SPI 10 anak kedokteran ditahun 2017, hmmm 

padahal satu angkatan anak kedokteran kalo mau kita hitung seluruhnya juga pastinya berlipat lipat jumlahnya dari itu.

yang perlu digaris bawahi, diitalic dan di bold kalo perlu. Fakultas Teknik,  Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(MIPA), Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Budaya Asing(FBBA), Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan(FIKKES), itu besaran SPI nya belum sama sekali masuk dihitungan tadi, bayar semesteranya pun belum dimasukan. Kalo di hitung semua saya perkirakan belasan bahkan puluhan milyar mungkin, saya gak punya datanya susah ngitungnya jadi kira kira saja.

pada intinya saya sangat prihatin, kalau jawaban dari birokrat 1,2 milyar itu suatu keberatan, dan bahkan sudah memutuskan kuota internet tahap ke-2 tidak diturunkan. 

1,2 milyar dibagi 150rb itu hasilnya 8000. 8000 orang yang dapat kuota sebesar 150rb, eh bentar dulu, 8000 itu jumlah mahasiswa kan ya, berati selama tiga bulan kita hanya dapat 150rb saja? apa dulu saya salah mengira kalau kuota sebesar 150rb itu untuk tiap bulan? saya kehilangan file pemberitahuan itu jadi kalo kalian punya data itu bisa kasih tahu saya. atau mungkin jumlah mahasiswa kita satu kampus 2700an saja, nggak tau juga saya.

saya cuma mengingatkan uang 1,2 milyar itu tidak besar kalau bicaranya mengenai biaya seluruh mahasiswa selama satu semester, terlebih pada semester satu ada tambahan SPI dari mahasiswa baru. 

Yang jadi pertanyaan, ko bisa kampus sampai kuwalahan memberi bantuan kuota sebesar 1,2 milyar itu? yang padahal 1,2 milyar itu untuk 8000 mahasiswa lo, yang kalo tadi dihitung diatas ya hanya dapat 150rb saja/semester. 

Bayangkan saja lo, 150rb/semester saja sampe kuwalahan. kalau segitu saja kewalahan harusnya bisa sadar dong kita yang bayar jutaan bagaimana rasanya. ye kan

Hari selasa malam tanggal 30 juni saya datang kekampus karena ada keperluan sama teman, sampai di kampus sambil saya amati sekitar, terlihat gapura besar pintu masuk, gedung teknik yang sedang dibangun sudah tinggi, ada juga bangunan di samping tempat parkir yang entah apa, cafe atau apa saya tak tahu. Saya hanya bisa menduga-duga, apakah sebagian besar uang itu fokusnya masuk kepembangunan gedung-gedung ini, sehingga kampus pada semester dua ini defisit anggaran karena pembangunan tadi yang pastinya sudah terikat kontrak.

Namun ketika dipikir lebih dalam yang seperti itu masih bisa dipertanyakan lagi, apakah iya fokusnya untuk pembangunan saja, tidak ada opsi lain kah, atau opsi baru dimasa pandemi seperti ini, misalnya mengurangi fokus pembangunan untuk pemotongan UKT, fokus dulu kemasalah pandemi dan masalah mahasiswanya, tidak bisa ya seperti itu?

Sepertinya memang tidak bisa ya. Seperti perihal pembangunan tadi yang pastinya ada sistem kontraknya, saya kira hal itu bisa jadi alasan dan kartu AS buat kampus. Jika benar seperti itu tentunya kita yang protes bawa hitung-hitungan akan kalah jika ditampar dengan data-data karena alasan pembangunan tadi. Sungguh Ironi sekali. Serasa kalah sebelum berperang memang.

Terlebih lagi jika permasalahan perjuangan yang seperti ini sudah tidak ada lagi yang menuntun, kita manut-manut saja pada yang buat kebijakan, loss tanpa mengertak pada birokrat. Saya berkesimpulan. Sudahlah kalian mahasiswa "biasa" yang serba kekurangan, nggak usah kuliah-kuliahan segala, bikin repot sendiri sama orang tua, pikir kesusahan kesusahan kalian dimasa pandemi seperti ini, kerja saja sana cari duit buat nikah, introspeksi diri gak usah muluk-muluk pingin kuliah segala. Gak terlalu dipedulikan juga kesusahan kalian itu, mau berharap apa lagi kalian, mau berharap sama siapa? Aktifis kampus?


TTW 5 juli 20

Kamis, 11 Juni 2020

NETIZEN BARBAR



Cerita ini adalah Opini, mempercayainya seratus persen adalah salah, tak mempercayainya sama-sekali adalah mutlak kebebasan anda. monggo di simak

Beberapa hari yang lalu media sosial ramai tentang kasus comment netizen Indonesia diakun Instagram pemain Drama Korea berjudul "The World Of The Married"

Sang artis Han Soo Hee yang dalam Drama berperan sebagai Pelakor dibanjiri berbagai komentar netizen Indonesia (kebanyakan cewe), ada yang memprotes, ngomel-ngomel tak terima karena peran menyebalkan yang diperankan sang Artis. Adapula yang memuji kecantikan serta aktingnya yang luar biasa sampai membuat orang jadi ikutan geram. tak ayal perilaku netizen indonesia ini menjadi pemberitaan dimedia-media, banyak yang menyayangkan sikap dari para netizen ini yang dianggap norak. Walaupun mungkin sebenarnya niat awalnya hanya bercanda.

Kebanyakan yang memprotes mereka netizen cewe adalah dari kalangan pria, oh iya sebelum ini memang antara netizen laki-laki dan perempuan indonesia sedang ramainya berseteru😄, kalo temen-temen mengikuti medsos pasti tau cerita awal mulanya, yaitu gara-gara dek Reemar si cantik asal Negara Philipina yang video tiktoknya terkenal di Indonesia, hampir tiap buka ig nongol tu si dek Reemar sambil joget dan senyum-senyum, tau sendiri dong kalo ada yang bening-bening begini responnya yang paling tanggap siapa? yup jelas sekali jawabanya adalah para kaum lelaki, banyak banget tu yang suka pasang video tiktoknya dek Reemar distatus wa, terutama teman saya ni si Yusuf, 

"OY CUP UDAH OY, BANGUN LU WAKTUNYA MULUNG, MUHASABAH DIRI ENTE, JANGAN BANYAK NGAYAL, DAH CARI PRIBUMI AJA WOY."

Maaf kebawa suasana, lanjut. Nah jadi banyak dari cewe-cewe yang "Curhat dimedsos" kalo pacarnya ini lebih mentingin si Reemar ketimbang dirinya, katanya juga ada yang ngebandingin dia nggak secantik Reemar. Karena ternyata banyak pula respon dari para wanita lain yang merasakan demikian, mulai dah tu netizen cewe yang kesel nyerang kolom komentarnya dek Reemar, yang sampe buat si Reemarnya pun jadi kesel. 

Mengetahui idol mereka di serang netizen cewe, para netizen cowo pun tidak tinggal diam, mereka yang mengetahui kalo salah satu akun yang menyerang Reemar adalah penggemar Bangtan Boys (BTS) atau ARMY INDONESIA, balik menyerang akun BTS, nah disini viral cewe K-POPers yang lucu ni, kalian mungkin pernah liat, yang cewe ngomel sambil nangis "Puas kalian, kalian boleh hina kami, tapi jangan hina idol kami" jujur ni cewe kalo dah gede malu nggak ya liat videonya sendiri gitu, kasian tangis dari lubuk hatinya malah dibecandain, dibikin meme lagi, parah emang netizen kita haha. 

Namun nampaknya langkah yang diambil netizen cowo salah guys, pasalnya para ARMY yang merasa tidak ikut menyerang akun Reemar pun jadi ikut ke-trigger, mulai dah tu serangan besar-besaran reeport akun dilancarkan dengan membabi buta dengan secara masif, sampai pada akhirnya Reemar yang harus mengalah, dan memutuskan minta maaf dan pamit dari dunia medsos. Walaupun alibinya dia pergi dari dunia medsos karena masalah keluarga, tapi saya yakin salah satunya pasti gara-gara rusuh netizen Indo ini. Duh duh kasian, cup cup cup sini sama abang.

Bukan hanya itu guys, karena sebelum kasus Reemar ini muncul ternyata ada lagi yang lebih awal, cuma ini akun yang diserang adalah akun medsos Anisha Isa Kalebic,  kekasih Pangeran Abdul Mateen, putra lelakinya Sultan Hassanal Bolkiah Brunei. Kabarnya si banyak cewe halu Indo yang cemburu sama kekasih Pngeran ganteng ini, weh weh weh.

Nah dari kasus-kasus ini lah mulai perseteruan antar netizen laki-laki dan perempuan di Indonesia, hal ini diperparah oleh akun-akun yang sengaja cari keributan dengan memviralkan kasus ini, kolom komentarnyapun banyak yang isinya hujatan saling ejek, dalam hal ini yang jadi target adalah netizen perempuan yang oleh netizen pria sering disebut "Betina +62". 

Ngomong-ngomong "Betina +62" ternyata banyak juga cewe yang ndak ikut-ikutan nyerang akun Reemar namun ikut marah karena tidak terima disebut "Betina" lho, mereka mengkritik para laki-laki yang berkata demikian. Menurutnya laki-laki tak boleh berkata begitu karena menyamakan perempuan dengan "sebutan untuk hewan". 

Nah nah disini rada aneh guys, kan kalo biasanya laki-laki disebut "Jantan" itu keren, sangar, macho. Cuma ternyata untuk sebutan "Betina" ke perempuan ini konotasinya dianggap Negatif, jadi ati-ati ya anda bicara seperti ini, salah-salah bisa dicakar anda 😅😂.

lanjut guys, Ada Info yang mengejutkan lagi, ternyata bukan hanya kebarbaran para netizen wanita yang buat geleng-geleng, yang laki-lakinya pun sama. kenapa demikian, kalau kalian belum tau, ni saya kasih bocorannya. 

Kalau tadi yang ndak suka netizen cewe barbar paling hanya para netizen pria, yang cakupannya kisaran indonesia, Malaysia, Korea, Philiphina. Ternyata netizen cowo Indo ndak kalah dari itu guys, bahkan yang memusuhi netizen cowo indo dah setara seluruh dunia😅. Ndak percaya? ceritanya gini.

Dimasa Pandemi seperti ini, banyak sekali aktifitas yang terpaksa diberhentikan. Dari pekerjaan, bandara, pelabuhan, bahkan sampai kegiatan olahraga pun diliburkan. akibatnya para penggemar olahraga (terkhusus para laki-laki jadi gabut), akun-akun olahraga pun jadi sepi, namun mereka para admin tak kehabisan akal, untuk meramaikan kolom komentar mereka supaya ramai kembali mereka mengupayakan berbagai cara. Meski perlombaan olahraga tak bisa dilaksanakan secara langsung seperti biasanya, mereka berinisiatif untuk membuat pertandingan olahraga melalui kanal online. 

Dibuatlah pertandingan yang mepertemukan antar negara-negara. Simple sekali si aturanya, yaitu juaranya diperoleh dari voting terbanyak.

(dah bisa dibayangkan belum?😅)


Itu netizen Indonesia dibully sama netizen seluruh bumi, gara-gara tiap diadakan voting pasti yang menang Indonesia lagi, Indonesia lagi, haha parah emang....


ttw 10/06/20





Rabu, 10 Juni 2020

KULIAH DARING


Kita sudah merasakan pembelajaran daring hampir selama satu semester, kemungkinan akan bertambah hingga satu semester full. Ada beberapa hal yang saya keluhkan.

Sebelum ke-Pokok masalah. Pembelajaran online seperti ini jelas mengurangi fokus kita sebagai mahasiswa dalam belajar, namun bagaimana lagi kondisi memaksa kita harus seperti ini, kita hanya bisa berdoa semoga kedepannya lekas membaik keadaannya, dan kita bisa beraktifitas seperti sedia kala. Lanjut, beberapa hal yang menjadi masalah dari perkuliahan online seperti ini yaitu,

pertama: dosen tak semuanya memberikan pengajaran, atau hanya memberi file saja tanpa menerangkan, sedang materi yang kita terima itu hampir 90persen hitung-hitungan yang artinya dalam hal ini kita butuh diterangkan. 

Kedua: dosen jarang, bahkan banyak yang belum pernah sama sekali mengunakan aplikasi yang tersedia diinternet, seperti zoom, google meet atau apapun itu dalam memberi pengajaran. 

Ketiga: karena dosen yang tak memberi pengajaran mengakibatkan kita mencari materi sendiri melalui internet seperti youtube dll. Bukan apa-apa, maksudnya kita kuliah disini kalau akhirnya harus mencari materi utamanya di youtube, lah tugas dosen yang seharusnya memberi pengajaran bagaimana kalau begitu? 

Keempat: masalah internet sendiri tak semua tempat itu memiliki sinyal yang baik. Kedepannya yang seperti itu harus dicarikan solusi. Karena dalam pelaksanaan pembelajaran online, selain masalah sinyal jelek, tak semua dosen bisa mengerti keadaan, ada yang mengajar dengan tegas kalau tak mengikuti pembelajaran online pada jam ini, absen pada jam ini dianggap tak mengikuti kuliah, kan yang seperti itu kasihan mereka yang kesusahan mendapat jaringan internet.

kelima: kita yang kuliah daring itu tidak mendapat fasilitas dikampus, pembagian kuota internet yang katanya sebesar 150rb pun belum kita dapatkan. Seharusnya dari pihak kampus bisa lebih memikirkan kami selaku mahasiswa, pihak kampus harusnya bisa bersikap bijaksana. Dan juga kita kuliah itu bayar jutaan, sudah tak mendapat fasilitas yang memadai dalam pembelajaran online, kita hanya mendapat bantuan "uang kuota saja" yang hanya dianggarkan dapat 150rb perbulan? apa itu tidak salah? cara hitung hitungannya bagaimana sampai bisa seperti itu? okelah karena perkuliahan online dosen jarang yang memberikan pengajaran secara langsung melalui aplikasi membuat kuota sendiri tak terlalu banyak yang dikeluarkan, tapi bukan itu yang saya permasalhkan, kalau di hitung 150rbx6= 900.000. Selama satu semester kita hanya mendapatkan demikian. Wahai Pimpinan Kampus yang Terhormat, saya ingatkan lagi barang kali anda lupa, kita bayar kuliah satu semester saja 4 jutaan lebih, lantas yang tiga juta lebih kemana?
Itu baru fakultas kami, belum fakultas yang sekelas kedokteran yang bayarnya pasti berkali-kali lipat fakultas kami. 

Okelah mungkin uang itu untuk pembangunan Kampus, mungkin membayar gaji para pengajar, buat bayar orang yang bekerja dikampus, bayar listrik dll. Tapi apa iya sih kita yang tidak kuliah selama hampir satu semester hanya mendapat 900rb saja. Setidaknya kita berhak mendapat potongan setengah dari seluruh pembayaran selama satu semester ini lah. 

Tolong anda yang selaku pembuat kebijakan kampus berlakulah yang bijaksana. Tolong juga kalo buat kebijakan itu beri tahu kami landasan teori kalian bagaimana dalam mempertimbangkannya, kita kan "Sekelas Kampus" beri kami hitung-hitungan yang anda buat kenapa kami hanya mendapat demikian. jangan hanya ngasih kebijakan kemudian tak memberi ruang mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara kebijakan itu didapat.

Saya tahu kita semua dalam kesusahan, terlebih masa seperti ini keadaan ekonomi tak tentu, namun karena kami membayar full perkuliahan, antara kampus dan mahasiswa jelas mahasiswalah yang paling diberatkan, terlebih kita sudah dibayang-bayangi untuk membayar uang kuliah semester depan yang tinggal beberapa bulan lagi. Banyak teman yang mengeluh kondisi ekonomi keluarganya terpuruk, bahkan sampai terpaksa berencana cuti semester depan gara-gara kehabisan biaya untuk menyambung hidup dan membayar kuliah. Semoga saja tak sampai demikian akhirnya. 

Ini kritik saya untuk Kampus disemester ini. Semoga kedepannya anda para Pimpinan Kampus bisa lebih lebih baik lagi dalam meberikan Kebijakan.

NB: SAYA AKAN KAGET DAN GELENG-GELENG KEPALA MANAKALA PIHAK KAMPUS UNTUK SEMESTER DEPAN TAK MEMOTONG BIAYA KULIAH JIKA PANDEMI TERNYATA MASIH BERLANJUT DAN MENGAKIBATKAN KITA MASIH KULIAH DARING. 

POTONG BIAYA KULIAH MIN 50% MAKA SAYA AKAN SALUT DENGANMU PARA PIMPINAN KAMPUS YANG TERHORMAT.

"Tiada maksud hati untuk menjatuhkan martabatmu, kau tetaplah Kampusku Tercinta. Yang kulakukan ini supaya baik budi luhurmu dan dipandang wibawa."

TTW 07/06/20

#unimus #unimushits #ftunimus #ftunimusupdate #fkunimus #mipaunimus #sayangunimus #korkom_unimus #bemkmunimus #semakmunimus #tapaksuciunimus #gonimus #hwunimus 

Kamis, 28 Mei 2020

"SADAR"



Menerima kehadiran orang seperti Coki Pardede yang "agnostik" adalah salah satu fase menuju "Kedewasaan Bermanusia", bahkan bisa ditarik "Kedewasaan dalam Beragama" menurut saya, seperti kata Habib "saya tak peduli dia menerima pesan kebaikan yang saya sampaikan atau tidak, tugas saya hanya menyampaikan, urusan hidayah serahkan kepada Tuhan." Berbeda 2-3 tahun lalu ketika masa"awal saya mengaji, ketika bertemu orang yang tak sesuai dengan konteks yang saya pelajari langsung judge, jauhi, pandang rendah, itu bid'ah, tak sesuai sunah, dasar kafir. sombong sekali saya baru tau ilmu secuil saja seakan menjadi orang yang paling mengaji.

Saya mengenal MLI (majelis lucu indonesia) sudah dari 2018 lalu, saat mereka (muslim dan coki) sedang naik daun karena kritikan pedasnya ke Atta, mungkin temen-temen tau kata "tapi bo'ong" itu waktu mereka klarifikasi maaf ke Atta, namun diakhir videonya bilang "tapi bo'ong", nah tu awal tenarnya klarifikasi "tapi bo'ong"

Lanjut, awalnya saya beranggapan biasalah orang seperti mereka ingin tenar cari panggung (walau sebenarnya kritik yang mereka sampaikan ada benarnya juga), sudahlah abaikan, selang beberapa waktu, ada lagi ni ulah mereka yang membikin orang naik darah (terkhusus sebagian ormas Islam), karena video mereka "last hope kitchen" memasak daging babi dicampur saus kurma. Dalam video itu Tretan Muslim (Islam) memasakan Coki (agnostik) "babi saus kurma", Tretan Muslim sendiri sudah mengatakan bahwa dia hanya memasakan saja, sedangkan yang makan adalah temannya Coki. Namun setelah video itu tayang di youtube, banyak komentar negatif cenderung provokatif dilayangkan para netizen yang saya kira bukan subscribernya MLI, mereka menganggap Coki dan Muslim telah menista agama, hujatan dan cacian banyak ditujukan kepada mereka, bahkan ancaman pembunuhan pun di terima Tretan Muslim, bukan hanya melalui media sosial, ancaman bahkan sudah mulai di lakukan melalui dunia nyata, bahkan kantor MLI pun sampai didatangi oleh Ormas, yang memaksa mereka untuk meminta maaf karena tuduhan menista agama, tanpa menunjukan konten bagian mana yang salah dari video itu. 

Kemudian mereka mengklarifikasi minta maaf, melalui vlog 'Debat Kusir - Episode Terakhir' yang diunggah Selasa (30/10/2018) di saluran YouTube Majelis Lucu mereka juga menyatakan mundur dalam program komedi tersebut.

Setelah kejadian itu tentu beritanya menyebar kemana-mana, videonya sendiri sudah di hapus namun dari netizen sudah ada yang mengunduhnya dan diupload lagi, penasaran menuntunku untuk menyaksikan video viral itu, saya amati bagian mana ya yang dimaksud orang menista di video itu, sambil lihat komentar ternyata banyak yang sependapat dengan pikirku, saya sendiri setelah menonton video itu merasa biasa saja (ya rada kaget karena jujur mereka berani saja membawa komedi keranah yang menyinggung agama) cuma saya tak menemukan yang sekiranya dirasakan mereka yang menganggap coki dan muslim menista.

Perkiraanku mungkin karena ada kata yang di ucapkan rada sensitif, misal saat Tretan mendekatkan daging babi ke telinga dan bilang "neraka, neraka, api neraka"

Kemudian saat coki bilang "daging babi disiram air kurma apakah cacing pitanya akan mualaf ?"

Tapi saya mengira itu pun masih biasa, hanya komedi, hanya bercandaan mereka (entah komedi saya yang terlalu jauh atau bagaimana, bagi saya itu tak menista), dan kalaupun menganggap mereka menista ya seharusnya mereka yang non muslim atau kafir gampanya, yang seharusnya memprotes, karena jelas misal saat Tretan Muslim mendekatkan daging babi ketelinga dan bilang "neraka, neraka, neraka" jelas itu menyindir mereka yang makan daging babi dong harusnya, tapi justru anehnya ko malah dari ormas yang sama dengan muslim yang sangat keras protesnya, aneh bukan?. 

Dalam video pamitannya, Coki dan Tretan menekankan konten-konten mereka selama ini justru bertujuan untuk menjaga toleransi.

Lantas apa yang hendak saya opinikan?

Begini saya sendiri bisa dibilang penggemar chanel MLI, jujur saya menyukai arah comedi yang mereka bawakan (Toleransi dan kejujuran), dari coki yang membawa komedi tak bermoral (saya menganggapnya kejujuran, kritikannya berlogika, public speakingnya, dan kritisnya bagus menandakan dia banyak referensi) dan dari muslim yang membawa kritikan (agama dan perilaku) sebagian orang dari agamanya, keduanya berani menyuarakan komedi yang umumnya tabu dibicarakan namun menjadi keresahan mereka. 

Kemudian balik ke masalah masak kurma babi tadi, yang menjadikan saya tertarik dengan mereka berdua adalah "Toleransinya". Ya toleransi mungkin banyak digaungkan oleh orang-orang yang notabene mungkin dianggap lebih baik dari mereka berdua, namun justru bagi saya, mereka (coki, muslim) yang menunjukan kepada saya apa itu toleransi. Coba lihat juga persahabatan mereka, menurut saya itu hal indah, meskipun kita beda sekalipun kita masih tetap bisa bersama-sama. seperti Muslim yang sering menyebut sahabatnya Coki kafir didepan mukanya langsung namun Coki tak marah, dan malah senang dianggap seperti itu, karena memang dia sendiri merasa kafir, seperti itulah seharusnya kita hidup bermasyarakat, anggap santai saja (terlepas dari frontalnya komedi mereka). 

Tretan sendiri pernah bercerita bawa dirinya dulu adalah agamis yang keras, kalau tak sesuai ajaran ya salah, ya jauhi, ya bid'ah, bahkan dirinya sempat benci dengan orang non Muslim, namun setelah jalannya waktu dia berubah dan merasa dirinya yang dulu salah, terlebih ketika dia bertemu dengan temannya yang non muslim diacara standup comedy yang ia ikuti, ditambah bertemu dengan orang seperti Coki Al Kuffar Ketua Yayasan Pemuda Tersesat, dia merasa toleransi itu perlu dan mulai membuka diri berteman dengan orang yang tak seagama dengannya. 
part IV

Masak babi kurma ini sebenarnya toleransi yang ingin mereka sampaikan, ya walaupun sebenarnya sudah ada sekat "yang Muslim ndak boleh makan babi, yang non terserah keyakinannya", walaupun begitu dalam kenyataannya kalau tak ada toleransi bisa jadi masalah, seperti kasus beberapa waktu lalu ada orang yang marah-marah dengan tetangganya sendiri karena memasak babi, orang ini marah karena masakan daging babi ini aromanya menggangu tetangga sekitar katanya. terlepas dari itu saya sendiri belum pernah mencium masakan babi, jadi tak bisa menilai apakah sebegitu menyengatnya aroma daging babi ini, cuman maksud yang ingin saya tekankan, apakah hanya karena hal seperti itu saja kita harus bertengkar dengan tetangga? (terlebih tetangga non muslim, yang seharusnya kita harus lebih menampakan wajah Islami kita), apakah tidak bisa dikompromikan terlebih dulu?, dan jika yang demikian itu kita anggap bisa menggagu keimanan kita, bukankah sebenarnya iman kita sendiri yang bermasalah?

Bukan maksud yang aneh-aneh, saya sendiri lagi, jadi suka saja melihat jalan pikir masing-masing orang. mengenai yang tak sependapat kita bisa diskusi, nggak suka ya nasehati, mentok sudah ngga mempan dinasehati ya abaikan saja.

Ngomongin ndak sukanya dengan MLI saya rasa ada konten mereka yang menurut saya paling parah dan ndak beradab, kalian bisa liat yang video mereka saat bulan puasa sengaja makan di jalanan saat banyak orang puasa, itu bangs*d banget si menurut saya, nah kalo mau marah sama mereka pake yang video itu saja saya setuju 😅, cuma untuk sekarang MLI sudah mulai pintar dia, cara mainnya cerdik, ditambah menggaet "Seorang Habib" sebagai tameng, diatas angin dia, ckuaaakzzzzz

Komedi layaknya sebuah aliran musik, ada yang senang campur sari ada yang suka death metal, tinggal sesuaikan saja kesukaan kita masing-masing, jangan paksakan orang yang suka campursari dengerin lagu death metal, ya pastinya kamu akan di ejek lagu apaan ini, gak jelas. kalau tak siap diejek begitu ya kamu bisa berantem gara-masalah sepele itu.

Intinya kalau memang anda suka komedi yang aman tak menyinggung orang ya sesuaikanlah apa yang kalian tonton, jangan terus nonton komedi dark joke, kalau tak sefrekuensi ya bisa berontak kalian, caci maki kalian mungkin bisa terlontarkan kemereka, bahkan mengancam membunuh pun jadi opsi, harapan kalian mereka nurut apa yang kalian inginkan, namun nyatanya mereka akan tetap demikian, mereka berdiri dalam keyakinnannya sendiri, mereka tak peduli denganmu, semakin kamu caci mereka, semakin mereka "mengganggumu" yang lebih parahnya mereka akan menganggapmu bodoh tak pandai memilah-milah....


Sadar

ttw/27-05-20

Rabu, 27 Mei 2020

"PERNIKAHAN DINI"

Nikah bukan lomba lari,

Bahagianya bukan dari siapa dia yang paling cepat,

Namun tentang rasa cinta dari orang yang tepat,

Disaat yang tepat, dan

Untuk kebahagiaan orang terdekat.
.
.


.
.

Cerita ini adalah cerita umum, bukan bermaksud mengeneralisir. mempercayainya seratus persen adalah salah, tak mempercayainya sama-sekali adalah kebebasan anda. monggo di simak
.
.
Beberapa waktu lalu saya ikut nimbrung di media sosial yang membahas tentang curhatan orang yang kurang lebih seperti ini:

"Yang nikah muda ko akun medsosnya jadi olshop ya". kemudian ada balasan dari cewe,

"Tadinya saya mau open BO mas, cuma ndak dibolehin suami jadi ya ngolshop aja". haha, 

Curhatan dan jawaban menohok itu di screenshoot kemudian diupload di instagram, biasalah model akun-akun yang ingin followersnya naik ya pake trik seperti itu.

Lanjut ke topik, sambil mengingat-ingat ternyata ada benarnya juga curhatan orang itu, saya kira banyak juga orang sekitaran saya yang sehabis nikah mendadak jualan "Olshop", sebenarnya tidak ada masalah si mau apapun usaha yang dilakukan orang setelah menikah selama itu halal wa thoyib, ibaratnya mereka kan memang sudah harus hidup mandiri ya itung-itung membantu suami, cuma dari curhatan itu ko saya jadi ingat stiker himbauan dari pemerintah dirumah orang pas saya sholat jum'at yang isinya kurang lebih seperti ini, bahaya nikah muda: resiko kematian ibu dan anak, rawan stres karena masih labil, keluarga terabaikan, susah ekonomi, resiko perceraian dll

Ternyata banyak juga masalahnya ya kalau nikah muda tanpa perencanaan yang matang, bagi saya sendiri si setuju saja dengan himbauan pemerintah untuk tidak nikah muda, cuman ketika saya berfikir lagi sebenarnya himbauan dirumah warga ini masih kurang, maksudnya begini, bukan mau su'udzon ya, cuma bicara fakta disekitaran, bukankah sebenarnya mereka yang nikah muda ini kebanyakan akibat dari "Kecelakaan", paham ya maksud saya, jadi pemerintah ngajak "jangan nikah muda" ya kesannya telat, mereka yang masih polos dah kelewat mblendung bagaimana?

Harusnya pemerintah melakukan penyuluhan jangan nikah muda lebih awal lagi, contoh stiker seperti ini harusnya nempelnya diperbanyak di sekolahan-sekolahan SMP, SMA, SMK baru pas, dan sangat perlu guru diarahkan untuk menerangkan dan menekankan kepada anak didiknya tentang bahayanya pergaulan bebas, makanya pendidikan sex usia dini itu saya rasa perlu, cuma pendidikan yang seperti ini saja, kemarin masih ada orang yang mempermasalahkan weleh.

Lanjut lagi, mungkin maksudnya pemerintah himbauan di rumah-rumah itu untuk para keluarga agar menasehati anak-anaknya supaya menjaga diri dan tidak melakukan perbuatan aneh-aneh, walaupun demikian nyatanya masih ada juga yang kecolongan, bagaimanapun kehidupan orang tua dan anak tetap ada sekat akibat perkembangan teknologi, tanpa bimbingan yang baik dan kontinyu dari orang tua bisa saja anak terbawa arus negatif,  oke stop dulu saya rasa ini dah keluar topik kita luruskan lagi.

"Himbauan jangan nikah muda", saya garis bawahi untuk mereka yang mau nikah pada usia muda (muda keduanya baik yang laki-laki maupun perempuan), niat nikah karena memang pingin nikah dan bukan karena "kecelakaan" seperti tadi ya.

Mereka yang punya rencana nikah pada usia muda alasannya bermacam-macam, bisa karena merasa sudah waktunya karena mungkin sudah bekerja dan mempunyai uang, atau bisa saja karena mereka sudah berkomitmen (pacaran😂) jadi ya mau apalagi, ada juga yang karena merasa sudah tak bisa mengendalikan nafsu yang besar sehingga dari pada berbuat dosa solusinya ya menikah, hal itu di tambah ada sebagian kecil "Tokoh" yang berdasarkan "Konteks" menekankan pada para kaum muda ("ni yang sudah berpenghasilan supaya cepet-cepet nikah deh, jangan kelamaan, nanti dosa"). Hal itu benar memang tapi kan bukannya masih ada opsi lain, misal mereka yang susah mengendalikan nafsu ya supaya diperbanyak berpuasa, olahraga, ngaji cari ilmu dulu atau apapun, dari pada langsung diarahkan ke solusi pernikahan, hal itu kadang membuat saya merasa prihatin. Karena terkadang mereka yang baru senang mengaji dan merasa dekat dengan kebaikan di beri arahan seperti itu ya langsung mereka lakukan, saya bilang begitu karena banyak yang bercerita demikian, akhirnya menikah tanpa perencanaan matang sehingga berakhir perceraiaan.

Saya memang sependapat dengan pemerintah supaya nikah itu benar-benar di persiapkan, baik fisik maupun mental, yang jadi masalah bagaimana jika kondisinya mengharuskan untuk tetap menikah? oke kalo memang kondisinya harus menikah saya coba memberikan pendapat berdasar pengamatan saya,

Okelah nikah muda silahkan cuma yang ingin saya tekankan untuk para Suami dan Istri berfikirlah matang-matang dan benar-benar persiapkan sebelum memiliki anak, maksudnya begini, terlepas dari semua opini dan pendapat saya diatas, "menikah muda itu tak masalah, cuma mempunyai anak diusia muda itu masalah", saya berpendapat demikian karena jujur melihat pasangan yang "keduanya masih sangat muda" tapi sudah mempunyai anak itu kasihan, seharusnya masa-masa muda seperti mereka, mereka habiskan untuk mengenal dunia, belajar, membantu orang tua, meraih cita-cita mungkin. Cuma harus terhenti karena sudah harus berfikir menghidupi keluarga dan anak, terlebih masa seperti sekarang, cari pekerjaan susah, mau berdagang minim pengalaman, pekerjaan sistem kontrak, (bahkan ada perusahaan yang tak menerima pegawai baru yang sudah beristri dan mempunyai anak, pertimbangannya karena perusahaan harus membayar tunjangan istri dan anak, dll) kalau tak bisa survive tentunya hal ini akan jadi masalah, bukan hanya mereka si pasangan muda namun berimbas pada kedua keluarga nantinya. bahkan efek terburuknya hancurnya rumah tangga dan perceraian. naudzubillah

Saran saya yang terakhir, jika memang "merencanakan nikah diusia muda", silahkan, "cuma tahan dulu untuk mempunyai anak", bersenang-senanglah dulu dengan suami atau istrimu, kalau bisa saling membantu bekerja, menabung, berinfestasi, kalau bisa buat usaha sendiri, baru ketika memang sudah benar-benar siap, barulah rencanakan untuk mempunyai anak. Lah tapi itu ada yang nikah muda punya anak juga sukses, ya memang ada,  yang saya ceritakan kan cerita umum, jadi kita ambil contohnya ya rata-rata bukan hanya satu contoh, begitu. Bahkan kebalikan cerita saya diatas "mereka yang sudah dianggap dewasa pun ada yang sampai bercerai, artinya kan memang menikah itu sesuatu yang perlu perencanaan, bukan begitu."

NB ini hanya "OPINEWS" hasil akhir tetap pada hak anda untuk menentukan.

jika merasa penting untuk di share silahkan, jika kurang setuju silahkan berkomentar, jika ada yang kurang silahkan ditambahi, kolom komentar terbuka lebar😁 terimakasih


ttw/26-05-20

Jumat, 10 Januari 2020

Serba_serbi Musik, Musik bahaya !!! Musik Asik

Musik bahaya !!!


Apakah kalian pernah mendengar seorang penceramah dalam ceramahnya mengatakan bahwa musik itu haram?, Jauhi musik karena musik itu bisa melalaikan. Tidak salah memang, karena dalam islam sendiri ada hadist yang menyatakan demikian. Namun apakah sedemikian keras hukum musik itu? Jawabannya bisa bermacam-macam, iya bermacam-macam, karena ternyata banyak juga ustad maupun kiyai yang masih memperbolehkan musik itu sendiri selama masih dalam kewajaran, dan untuk kedua pendapat tersebut saya kira teman-teman punya lah kebebasan ataupun pandangan sendiri mau ikut pendapat pertama ataupun yang kedua.

Disini saya tak akan membahas musik secara hukum agama, karena saya sadar diri tak punya basic dalam hal itu (takut keblinger). Namun saya akan coba bahas dari sudut pandang orang yang bermain musik, karena saya juga bermain musik, yang berarti saya  sudah memilih pada pendapat bahwa musik itu tak apa (selama masih batas wajar).



[[[  Definisi Musik  ]]]
Musik sendiri adalah suara dari alat-alat yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada, dan keharmonisan. Nada yang dihasilkan bisa memberikan semacam perasaan semangat, emosional, datar, bahkan sedih. Sebagai contoh musik yang memberikan semangat dan emosional bisa kita dengarkan ketika mendengarkan lagu Indonesia Raya, ketika kita bisa meresapi tiap kata dalam lagu tersebut, di tambah dengan alunan musik yang ketika baru mendengar intronya saja, sudah bisa menuntun kita untuk tegak berdiri dan mengepalkan tangan didada tanpa disuruh, melantunkan liriknya dengan semangat, ditambah dengan memaknai dari tiap kata-katanya, saya yakin dalam hati teman-teman pun mucul perasaan emosional (iya kan (maksa)) terutama yang membuat saya paling terenyuh adalah di bait:
“hiduplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku, rakyatku, semuanya”
Itu kalau bukan karena malu sama teman dan emosi yang tak bisa dikontrol pasti nangis saya, bener haha (jangan malu dong, buat negara ko malu, lee hati kecil ts).

begitulah uniknya musik ketika dengan pas di gabung dengan bait kata-kata yang penuh makna, bisa membangkitkan semacam “efek perasaan”. Namun apakah hanya demikian saja kita membicarakan hebatnya musik? Ooh tentu tidak. Karena nanti tidak sesuai dengan judul dong, ye kan. Nah mengenai musik yang bahaya saya akan coba gambarkan berdasar pengalaman saya mendengar dan memainkan musik.

Di atas tadi saya sudah menjelaskan bahwa jika musik digabungkan secara pas dengan kata-kata, akan menghasilkan perasaan yang bisa memberikan "efek". Tentunya dengan catatan dosisnya pas pula. Pernah kan dengar juri komentar pada peserta nyanyi, “saya tidak merasakan fill dari lagu yang kamu nyanyikan” atau pernah kan denger lagu coveranya Raditya Dika, atau lagi pernah denger pasti, penyanyi dangdut nyanyi lagu banyu langit (misal) tapi versi dangdut koplo garis keras (maksudnya lagu bertema sedih, tapi dinyanyikan dengan perasaan semangat, mimic muka yang bahagia ditambah goyangan heboh membelah bumi, yang… yang …. Pokoke wis gak nyambung lah) tentunya kalo kita cermati secara mendetail model yang seperti ini kan tidak sesuai dong (bingung saya kadang). Oke itu cuma intro, kembali ke tema…

Lah bro, sekarang bagaimana kalo musik itu digabungkan secara pas dengan nada dan lirik yang pas pula namun dengan tema kenelangsaan (tema lagu yang berisi kebencian, kesedihan, keputusasaan dsb) kira-kira apa yang bisa di hasilkan?. Hmmm, kalo menurut saya ya yang pasti, ketika kita terbawa lagu “terlalu mendalam”, tentunya kita akan bisa merasakan benci, sedih, putus asa dsb. Pernah kan liat temen seharian denger lagu sedih sambil nangis dikamar, di puter ulang-ulang lagi atau pernah kan ketika kita menyetel lagu atau dengar lagu dengan lirik dan musik yang menyentuh hati, dan tanpa sadar kita sampai meneteskan air mata, seakan-akan ikut merasakan makna dan kejadian dari tiap kata dalam lagu yang kita dengarkan tadi. Perasaan sedih tersebut mungkin masih dalam tingkatan wajar ketika memang efeknya mucul dalam hati namun masih baru menjadi pembenaran dalam hati saja (wah itu gue banget), artinya kita masih bisa mengontrol kehendak tubuh, atau gampangnya tidak terlalu terlarut dalam sebuah lagu. Namun hal itu akan berbahaya ketika efek dari sebuah lagu itu sudah masuk kedalam hati, menjadi pembenaran diri (wah itu gue banget), kemudian menjadi semacam perasaan yang selalu terpikirkan, serta outputnya berupa tindakan yang mempengaruhi tubuh, sebagai contoh ada kasus di sebuah negara dimana ada seorang anak sampai bunuhdiri karena diduga sering mendengarkan lagu dari band yang didalam musik dan lirik lagunya ada ajakan untuk bunuh diri (nanti temen bisa cari sendiri), kata ”diduga” ini mungkin bagi teman-teman tidak masuk akal, apalagi hanya karena mendengarkan sebuah lagu masa bisa sampai bunuh diri, tetapi bagi saya karena berdasar pengamatan saya pada lirik dan musik yang bisa menghasilkan efek tadi, saya kira itu mungkin saja terjadi, ya itu karena efek perasaan yang ditimbulkan oleh sebuah lagu di pembahasan musik dan lirik di atas, tapi itu hanya pengamatan saya ya, tentu saja teman-teman boleh berbeda pendapat.

Selain hal di atas, bahayanya (bisa juga baik sebenarnya) dari sebuah lagu adalah dia semacam mempunyai “efek pengikat” apa itu efek pengikat?, pernah nggak teman-teman suka mendengarkan lagu favorit (tak favorit pun termasuk sebenarnya) yang pada waktu mendengarkan lagu itu ada kenangan terhadap suatu hal, kemudian berjalan waktu tak mendengarkan lagu itu lagi hingga waktu yang lama, kemudian tiba-tiba terdengarkan lagu itu kembali. Kira-kira perasaan apa yang muncul di benak teman-teman?. Tentunya ada semacam dejavu bukan?, seakan-akan kita kembali kemasa-masa dimana kita punya suatu kisah saat kita mendengar lagu lama tersebut, kemudian perasaan-perasaan itu muncul kembali, gambaran itu, kejadian itu, ohh, sialan.

Sekali lagi perasaan dejavu itu tidak menjadi masalah manakala itu hanya menjadi sebuah efek  rindu sedih yang bersifat pengingat sementara. Namun tentunya akan tidak mengenakan jika yang teringat ternyata adalah kesedihan nelangsa bukan ? (sakit hati, takut, kejadian mengerikan) tentu terdengarkan lagu itu kembali akan menyakiti perasaan. Lalu muncul pertanyaan apakah benar orang mendengarkan sebuah lagu bisa sampai seperti itu?, bagi kalian yang tidak mengalami hal demikian maka beruntunglah, karena kalian tak perlu pusing pilah-pilih lagu, bisa juga kalian adalah termasuk tipe orang yang menikmati lagu hanya untuk kesenangan semata (seperti masalah musik koplo tadi) atau saya gambarkan kalian itu adalah orang yang kalo beli mie ayam, ketika mienya sudah terhidang, tanpa ragu, saus, kecap, dan sambal sudah masuk duluan ke mangkuk sebelum kalian mencicipi rasa asli dari kuah mie ayam tersebut (maksudnya kalian mungkin tidak terlalu peduli pada cerita dari sebuah lagu, bagaimana lagu dan lirik itu bisa tercipta, bagi kalian yang penting adalah lagunya asik, musiknya mantep, lupa masalah hidup, pokoke goyang neng……. tapi yang jadi permasalahan tidak semua orang itu seperti kalian Bro, karena banyak pula orang yang dalam menikmati lagu itu dinikmati tiap detailnya, digali secara mendalam musiknya, lirik-liriknya, sehingga terkadang mereka yang tak mampu membatasi diri mereka akan terbawa kedalam sebuah lagu, banyak sekali kan akhir-akhir ini muda-mudi yang menyaksikan konser musik sambil terisak tangis karena terlalu terbawa suasana sebuah lagu, itulah masalahnya.

Selain kesedihan ternyata efek pengikat dari lagu juga bisa bersifat menakutkan, itu saya alami sendiri. Pernah dulu saya menyukai band beraliran keras Avenged Seven Fold, band yang terkenal pada masa-masa SMP dulu, hampir semua lagunya saya suka, ya walaupun terkadang tak tau artinya karena malas cari terjemahannya, pokoknya yang penting suka saja lah sama musiknya. Waktu itu saya minta lagu baru A7X itu dari teman saya, saat itu hari-hari bebas karena habis ujian nasional, digardu pertigaan sebelum masuk smp, seingat saya kami berempat ngobrol-ngobrol sambil saya minta lagu itu, saya ingat ada empat lagu yang saya minta, salah satunya yang berjudul “side winder” singkat cerita saya pulang kerumah, saya dengarkanlah lagu itu beberapa kali, lumayan juga pikir saya ( biasanya saya mendapatkan fill dari lagu yang tak tau artinya itu dari nada, terutama melody) keesokan harinya, waktu sore hari saya main bola di kebon bersama teman-teman, biasalah kegiatan anak remaja waktu itu ya paling main bola, karena belum terlalu mengenal gadget ataupun warnet, lagi asik main, kami dapat kabar dari ibu-ibu yang nampaknya habis pergi dari suatu tempat, kalo di kampung sebelah telah terjadi kasus pembunuhan, seorang kakak menggorok leher adiknya sampai meninggal, dan yang buat takut ternyata pembunuhnya masih buron, sontak teman-teman bergegas pulang kerumah karena takut. Singkat cerita, masih juga mendengarkan lagu dari A7X dan Alhamdulillah pembunuhnya itu sudah tertangkap, dari pengembangan kasus pembunuhan tadi ternyata korban bukan hanya digorok, melainkan lehernya itu digorok sampai putus, iya benar-benar sampai putus, saya tak habis pikir, bisa seorang kakak sampai tega melakukan hal seperti itu terhadap adiknya sendiri yang masih sekitar kelas 4 sd kalau tak salah. Saya tahu anak itu digorok sampai putus lehernya karena saya lihat foto korban dan memang benar-benar itu badan sama kepala sampai misah, wadaw wadidaw, anehnya ko saya minta dan simpan foto itu, saya amati pula detailnya (edan). Dan apa selanjutnya yang terjadi teman-teman? Perpaduan dari suatu kisah dengan sebuah lagu itu mulai berefek, booommm, ketika saya menyetel lagu A7X terutama “side winder” walah walah, ketika terdengar melody-melody lagunya, entah kenapa gambar kejadian pembunuhan itu malah muncul bersama lagu itu di benak saya, sumpah itu bikin saya mual semual-mualnya, foto korban pembunuhan itu muncul terus dipikiran saya, sampe eneg, badan malah jadi ikutan lemes, hingga akhirnya saya yang kalah, saya yang tak tahan akhirnya putuskan hapus semua lagu Avenged seven Fold di pemutar musik saya, lagu yang saya kumpulkan di laptop pun saya hapus, saya tidak dengarkan lagi itu lagu A7X, haha lebay sekali ya pikiran saya, ya itu begitulah, tapi sekarang ya sudah mending, mungkin karena sudah lama juga, kadang kalau terdengar lagu itu lagi masih teringat juga kejadian itu. Pernah juga dulu pas jamannya terkenal band asal pekalongan Raprock, biasa saya juga dengarkan lagu-lagunya, lagi asik dengerin lagu, teman saya memperlihatkan video wanita di keroyok sama segerombolan laki-laki, deskripsinya si wanita ketahuan mencuri terus dihakimi masa, hingga sampai pada kejadian siwanita yang sudah tak berdaya dan berdarah-darah karena dipukuli tadi, dua kali ditimpuk pakai batu batako besar tepat di kepala, duarrr edannnn b*jingannn, kejam sekali kau laki-laki bang*at, masa iya sampe segitunya sama wanita, ya walaupun dia maling sekalipun jangan sampe segitunya juga lah, dugaan saya itu wanita meninggal. Seperti kasus yang pertama, ketika saya dengar lagu dari Raprock walah-walah pikiran saya pusing, saya kembali teringat pengeroyokan itu, tubuh saya lemes, bahkan itu sampai seminggu lebih saya dalam kondisi seperti itu, tak sangka ternyata dibelahan bumi sana ada kejadian mengerikan seperti itu, seperti sebelumnya saya kalah, karena tak mau kepikiran terus, akhirnya saya hapus semua lagu-lagu Raprock. Kok ceritanya serem-serem terus kaya gitu ya Bro?, yang laen dong, oke oke kali ini rada beda, menurut saya ini efek dari lagu yang paling besar dampaknya yang pernah saya alami di hidup saya, bahkan sampai tulisan ini dibuat. Ceritanya begini, sebelumnya guys ini bahasanya saya rubah lo gue saja ya biar lebih akrab kita haha…. Jadi gini ceritanya:

Waktu itu gue masih kelas 6 SD, jamanya mulai terkenal band wali gara-gara lagu “Dik” sama “Egokah Aku”, cuman waktu itu wali bikin lagu lagi yang sama-sama hits pula berjudul “cari jodoh”, nah lagu ini yang bikin efek besar dalam hidup gua, kira-kira apa cerita di balik lagu itu teman-teman?, ini rada curhat nggak papa ya hehe.

Waktu itu Gua menjalani masa-masa SD dengan seperti layaknya anak-anak SD lainnya, belajar, bermain, jodoh-jodohin teman, heee normal dong masa pubertas, waktu segitu sudah mulai ada perasaan antar anak laki-laki dan perempuan. Singkat cerita Gua adalah bocah kucel biasa yang belum sampai punya perasaan lebih kepada lawan jenis, paling ya cuma jadi temen biasa buat ejek-ejekan nama orang tua wkwk, ya itu sebenernya karna Gua juga orangnya rada pemalu, palingan ya beraninya cuma sekedar ngecengin temen cowo yang ketahuan suka sama anak cewe buat di jodoh-jodohin. Nah salah satunya temen Gua ini ni, panggil aja temen cowo yang sering Gua ecengin ini Ali, dan cewek yang dia taksir panggil aja dia Cicak, oke lanjut, si Ali ini temen sepermainan Gua, dari sekolah sampe pulang sekolah ya mainnya sama dia seringnya, Ali ini suka sama si Cicak ya sudah cukup lama, mungkin dari kelas 2 atau 3 SD kalo gak salah, cuman si Cicak ini kaya ndak mau sama Ali, tapi Ali tetep aja berjuang mempertahankan cintanya dan puncaknya mungkin ya dikelas 6 SD ini, Gua yang merasa kasihan sama Ali ya coba ngeceng-ngecengin mereka berdua, dengan harapan si Cicaknya mau gitu sama Ali, kasihan banget soalnya haha, bukan hanya ngecengin kadang gue dan temen-temen lain juga nemenin Ali ke kebon depan rumahnya Cicak, karena nggak berani langsung kerumah ya gitu paling main di kebon depan rumahnya sambil cari perhatian atau kalo nggak ya mondar-mandir sepedaan cuma sekedar lewat depan rumahnya, sapa tau anaknya keluar heeee, dan karena seringnya nemenin Ali itulah, entah kenapa pada suatu hari, setelah Gua bangun tidur, tiba-tiba kok ada semacam perasaan aneh dalam diri gue, iya, perasaan ini nggak seperti biasanya, tau lo perasaan macam apa itu bro?, hmmm ya benar, ternyata perasaan aneh itu adalah perasaan C.I.N.T.A “gua suka sama si Cicak”, iya haha, gak tau kenapa ko bisa sampe seperti itu, sebenernya gua juga nggak mau seperti itu, karena gua tau temen gua Ali itu udah suka lama sama si Cicak ini, nggak enak juga dong masa udah temenan lama sama Ali rusak hanya gara-gara suka sama cewe yang sama. Tapi jujur perasaan suka ini susah di pendam, awalnya gua tutup-tutupin ni perasaan karena gak enak Sama Ali, tapi kok dipendem gini rasanya sakit haaaa, dengan berat hati akhirnya gua ungkapinlah perasaan ini sama Cicak, tau loe bro gua ngungkapin suka sama cicak gimana? Edan bro Gua, entah apa yang merasuki Gua, waktu itu entah lagi istirahat atau nunggu guru dateng, Gua rada lupa, yang jelas kelas lagi ndak ada guru, anak-anak lagi pada main-main dikelas, si Cicak ini duduknya di sebelah kanan belakang pojok, sedang gua di samping kiri pojok depan, jadi jauh lah pokoknya duduknya, gak tau ini model nembak cewe yang keren atau nggak, yang jelas karena gua takut kalo ngomong suka secara langsung hadep-hadepan, akhirnya entah kenapa waktu itu tiba-tiba gua teriak kenceng banget yang intinya gua bilang suka sama si cicak, sontak temen-temen yang tadi pada sibuk sendiri, langsung pada rame, dalam hati, malu dah gua, goblog-goblog, ngapa mesti teriak si oneng. Gak tau gua si Cicak itu seneng, sedih apa malu, karena Gua gak liat ekspresi Dia, ya walaupun cara nembaknya aneh, tapi setidaknya Gua bangga dah nyatain perasaan lah sama Dia haha, lha terus si Ali gimana? Hmmm temen gua Ali juga ada di situ Broo, iya setelah sekian lama terpendam akhirnya Ali pun tau kalau ternyata gua juga suka sama si Cicak. Lalu gimana selanjutnaya apakah terjadi permusuhan?, hmmmmm, untungnya si Ali nggak marah Bro (nggak tau dalem hatinya gimana, secara dia kan udah lama suka sama Cicak), Dia masih tetep jadi teman sepermainan gua, cuman bedanya sekarang kita bersaing buat mendapatkan Cicak, cuman walau bagaimanapun baiknya pertemanan kita, takutnya gua dan pede-nya Gua si Cicak itu lebih milih gua daripada si Ali tadi, bener-bener bisa hancur ni persahabatan kita.

Hari berganti hari kami berdua belum juga mendapatkan kabar baik dan buruk dari si Cicak, woy Cicak, cepet bales dong, siapa kiranya yang lo pilih. Hari berganti lagi, lama sekali dan tak kunjung mendapatkan jawaban, ternyata ada temen gua satunya lagi, panggil aja si Dahan, ternyata Dia juga suka sama si Cicak, edan kok kenapa jadi ramean gini yak haha, ya akhirnya oke dah Gua sama Ali nggak masalah si Dahan ini suka sama si Cicak, yang penting kita bersaing secara sehat buat dapetin hatinya si Cicak. Setelah menunggu begitu lama, bisa Lo tebak gak Bro siapa akhirnya yang di terima si Cicak ?, tak diduga-duga ternyata malah si Dahan ini Bro yang Cicak pilih. Kampret emang, Gua kira bakalan Gua yang di terima, malahan si Dahan Njiirr,,,,,,, bener ni gan nggak bohong, waktu itu gua merasakan sakit hati yang bener-bener sakit hati, ya walau gua masih bocah SD gua yakin itu adalah patah hati terbesar dan tersakit yang pernah Gue rasakan dalam hidup Gue, bahkan sampai tulisan ini di buat haha, nah yang jadi masalah apaan, nah waktu sakit hati inilah muncul tu lagunya wali yang judulnya “Cari Jodoh” lo tau kan Bro lirik lagu cari jodoh gimane? (kalo ndak tau coba browsing dah liriknya), iyakk he.em gue ngrasa itu lagu Gua banget coy, ngena banget itu lagu di pikiran dan hati Gua, Gua ngrasa kalo Gua manusia paling menyedihkan, memalukan, paling gak laku, dan gara-gara lagu itu, sering banget gua doa kalo habis sholat supaya cepet dapat jodoh (njirr, kalo diingat-ingat bikin senyum-senyum sendiri tu doa, hahaha). Dan nyeseknya, waktu itu, lagu cari jodoh itu baru keluar dan baru mulai ngehits, artinya lagu itu masih akan sering terdengarkan dan terngiang-ngiang di kuping Gua untuk beberapa bulan kedepan, lo tau Bro gimana sakitnya Gue waktu itu, ahh nelangsa sekali pokoknya.

Lama banget tu sakit hati, bahkan kebawa sampai gua SMP, gua yang jaman SD periang jadi pemurung, gara-gara nembak teriak malu-maluin terus akhirnya malah ditolak, gua sekarang jadi pemalu. Ngobrol sama cewe jadi canggung, bener-bener mulai jadi pendiem tu waktu SMP. Semua ini gara-gara kamu Cicak, benci sekarang Gua sama Lo, gara-gara Lo tiap Gua suka sama cewe walaupun udah deket Gua takut ngungkapin perasaan Gua karena takut ditolak lagi, pokoknya semua ini gara-gara Lo Cicak, sampai kapanpun Gua gak akan maafin Lo. 


Hehehe enggak-enggak ding Cak bercanda haha, walaupun gua sakit hati banget sama Lo, gua jadi pemalu gara-gara Lo, Gua jadi penakut gara-gara Lo, tapi setelah Gua pikir-pikir ternyata, kalaupun gua diterima jadi pacar Lo waktu itu, kira-kira mau ngapain pacaran kita? Haha, secara masih anak SD wkwk, dan juga sakit hati ini ternyata ada baiknya buat Gua, ya baiknya buat Gua adalah, karena gua jadi pemalu itu sendiri, tiap ada cewe yang suka sama Gua ataupun gua suka sama cewe, kita nggak pernah sampe pacaran, yak karena jadi pemalunya Gua tadi haha, Gua kagak pernah mau diajak pacaran, bukan sebuah prestasi memang kalo kata temen-temen cowo Gua, anak muda ko nggak punya pacar, apa kata dunia?. Tapi entah kenapa Gua suka status Gua yang belum pernah pacaran, bahkan temen Gua yang jaman nakalnya jadi playboy tapi sekarang dah tobat bilang iri sama Gua yang belom pernah pacaran, karena menurutnya pacaran itu gak guna (gara-gara dia Gua jadi bangga loh belom pernah pacaran, hee). Dan gara-gara nggak punya pacar inilah kegiatan malam-malamku ya paling di isi dengan main musik. Nah inilah kenapa bisa sampai punya hobi bermusik, ya dari sini awal ceritanya. 
Dan bermusik ini juga salah satu selain Cicak yang mencegah saya dari berpacaran. Itu yang saya suka.
Pembahasan musik ini belum sepenuhnya gue bahas, mungkin di tulisan selanjutnya bisa gue bahas lagi, biar rada lengkap.
Terimakasih Cicak, Terimakasih Musik, Terimakasih buat Temans-temans yang sudah baca sampai akhir tulisan ini, maap kalo ade salah-salah kate, atau terlalu lebay, baru pertama nulis ginian soalnye ye….

Salam TTW

AKU TAK MELIHAT KEBIJAKANMU DALAM KEBIJAKAN

Penasaran menuntun saya membuka kembali file-file lama yang tertumpuk bercampur kertas-kertas sobekan yang saya anggap penting dalam tas tem...